lost
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 21, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Tagslost
Bagaimana rasanya hidup diiringi rasa hampa, kesepian dan merasa bersalah? Tentu menyakitkan bukan? Ya. itu yang dirasakan oleh Lia, gadis yang berusia 20 tahun menjalani kehidupan menyakitkan yang sering dihantui rasa bersalah karena kehilangan orang tersayang. "Maaf". Ucap Lia menanggis penuh penyesalan sambil melihat foto dua orang yang dia sayanggi dan mengingat kenangan yang terekam di ingatan nya Penasaran kan? Yuk baca hhe^^
All Rights Reserved
#688
lost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • GOD'S PLAN
  • LBK: Liliy, Biru, Kael
  • ALONE
  • Narasi patah hati
  • Semesta
  • 𝐉𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐬𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧
  • Raina Maramitha
  • ANTARA DOA DAN RASA

⚠️ Peringatan: Cerita ini mengandung banyak adegan dewasa dan seksual eksplisit yang tidak cocok untuk pembaca di bawah usia 17 tahun. Harap bijak dalam membaca. (khususnya area part tengah hingga akhir!) Sebuah kisah tentang luka, tubuh yang direnggut dari pemiliknya, dan cinta yang datang bukan untuk menyelamatkan... tapi untuk bertahan. Zoe pernah percaya bahwa cinta bisa menyelamatkan. Tapi setelah menjalani pernikahan yang dingin tanpa sentuhan, dan kemudian jatuh ke dalam pelukan yang menjelma jerat kekerasan, satu-satunya yang tersisa hanyalah tubuhnya yang remuk dan jiwa yang nyaris padam. Ketika hidupnya di ambang kehancuran, dua laki-laki dari masa lalu dan kemungkinan masa depannya datang mengetuk: Irwan, lelaki yang pernah mencintainya dalam diam, Dandy, sahabat lama yang menjadi jangkar dalam badai. Tapi cinta, kadang tidak cukup ketika luka terlalu dalam. Di saat Zoe mencoba bangkit, Fandi-lelaki yang menyiksanya, menyatakan cinta lewat kekejian, kembali menghantui. "Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur" bukan sekadar kisah tentang trauma dan kekerasan seksual, tapi tentang bagaimana seorang perempuan perlahan merebut kembali hidupnya. Bukan dari tempat yang utuh, tapi dari reruntuhan- dari retak-retak yang ia jahit sendiri, sambil menangis, sambil bertahan. Karena terkadang... untuk sembuh, seseorang tidak butuh ditarik keluar dari gelap. Ia hanya butuh seseorang yang mau duduk bersamanya di sana, hingga ia cukup kuat untuk berdiri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines