Become the Change

Become the Change

  • WpView
    LECTURAS 93
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 6, 2020
Doni memberikan satu susu kotak rasa strawberry kepada Rena. "Buat gue Bang?" tatapnya heran. Doni mengangguk dan berlalu begitu saja tanpa memberi penjelasan lebih kepada Rena mengenai pemberiannya itu. "Bang tunggu. Ini beneran buat Rena?" Pertanyaan Rena tak digubris Doni membuatnya hanya berdecak bingung karena tingkah kakak kelasnya itu. Rena menatap susu kotak tersebut ternyata dibelakangnya tertempel sticky notes. "Eh, Ada tulisannya?" Ini buat lo karena sudah bantuin gue di minimarket semalem. Gue gak mau utang budi jadi ini impas.
Todos los derechos reservados
#151
tunawicara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My First Love [END]
  • The Story Of Out Youth [ ON GOING]
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Friendship In Love
  • Something Bitter
  • Dena's Love Story
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Rannia√
  • ON SIGHT (Completed)
  • DANADYAKSA

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido