Story cover for M A T E by Echa_Chim
M A T E
  • WpView
    MGA BUMASA 1,113
  • WpVote
    Mga Boto 132
  • WpPart
    Mga Parte 1
  • WpView
    MGA BUMASA 1,113
  • WpVote
    Mga Boto 132
  • WpPart
    Mga Parte 1
Ongoing, Unang na-publish Jun 21, 2020
Setelah pertarungan mereka melawan Voldemort, tahun ajaran mereka di ulang kembali. Ya dan itu sangat membosankan bagi Harry.

Namanya mulai diliput di berbagai koran, dan sekarang siapa yang tidak mengenal Harry James Potter.

Penyelamat dunia sihir.

Demi Merlin, Harry sungguh ingin tamat dari sekolah ini secepatnya. Setelah dia mengetahui bahwa Dumbledore hanya memanfaatkan dirinya, dan Professor Snape yang menyayangi nya Harry mulai merasa terpuruk.

Apalagi Harry menyadari bahwa dia merindukan semua tentang dirinya dan Malfoy. Malfoy junior itu mulai menjauhinya, dan Harry tidak tau apa alasannya.

Ya, Harry terpuruk dengan tidak adanya lagi kehadiran Draco di kehidupan sehari harinya.

drarry au
Draco x Harry
All Rights Reserved
Table of contents

1 parte

Sign up to add M A T E to your library and receive updates
o
#86hermioniegranger
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Stay, That's an Order | Drarry ni OcAma__
27 parte Kumpleto
Harry sudah berhenti menghitung berapa kali ia jatuh. Tangannya gemetar begitu parah hingga ia tidak bisa menulis dengan benar. Kepalanya berdenyut setiap kali ia menggunakan sihir, pandangannya kabur seolah dunia sedang menjauh darinya. Ia kehilangan suara begitu sering hingga ia mulai berpikir bahwa ia lebih baik diam selamanya. Ia merasa kosong. Ia sudah lelah. Ia ingin menyerah. Tapi Draco Malfoy menolak membiarkannya. Draco menemukannya pingsan di perpustakaan, tubuhnya dingin seperti es. Ia berteriak memanggil Madam Pomfrey, menggendong Harry seolah tubuhnya tidak lebih berat dari selembar kertas. Dan ketika Harry terbangun, Draco menatapnya dengan ekspresi yang tidak pernah ia lihat sebelumnya-bukan ejekan, bukan amarah, tapi ketakutan yang nyata. "Kau pikir aku akan membiarkanmu mati begitu saja, Potter?" Draco mulai muncul di mana-mana. Mengawasi. Menyodorkan ramuan yang katanya "bukan urusanmu dari mana aku mendapatkannya." Mencibir setiap kali Harry mengabaikan kesehatannya. "Jangan pikir kau bisa mati sebelum aku sempat mengalahkanmu," katanya. Tapi matanya berkata sesuatu yang lain: Jangan tinggalkan aku. Ketika Harry jatuh lagi, kali ini lebih buruk-darah mengalir dari hidungnya, tubuhnya kejang tanpa kendali-Draco hampir menghancurkan ruang kesehatan dengan teriakannya. Harry ingin mengatakan bahwa ini bukan tentang Draco. Tapi kemudian ia melihat pria itu menggenggam tangannya seolah dunia akan runtuh jika ia melepaskannya. Dan tiba-tiba, ini memang tentang Draco. Tentang bagaimana Draco tidak hanya peduli. Tentang bagaimana Draco berjuang lebih keras daripada dirinya sendiri. Dan untuk pertama kalinya, Harry berpikir... mungkin ia bisa mencoba bertahan. 𝗙𝗮𝗻𝗳𝗶𝗰𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗞𝗲-𝘀𝗲𝗽𝘂𝗹𝘂𝗵 𝗯𝘆 𝗔𝗠𝗔 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 𝐓𝐲𝐩𝐞: 𝐋𝐨𝐧𝐠 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐂𝐡𝐚𝐩𝐭𝐞𝐫: 𝟐𝟒 (𝐄𝐬𝐭𝐢𝐦𝐚𝐭𝐞)
The Labyrinth Of Unbreakable Vow  ni vx_mraksha
13 parte Ongoing
Katherine Dalton yang temperamental bertemu dengan Draco Malfoy yang angkuh. Tak pernah ada kata damai di antara mereka. Dua siswa Slytherin ini tampaknya tak sanggup menahan bara emosi yang terus membakar. Draco, dengan segala arogansinya, kerap melontarkan provokasi, sementara Katherine-layaknya kobaran api yang tak pernah padam-selalu membalas dengan ledakan amarah yang menggelegar. Namun, di tahun keenam mereka di Hogwarts, halaman depan Daily Prophet meledak dengan berita panas yang menggelegar-seperti suara Rita Skeeter berteriak di telingamu tanpa jeda. Si pirang menyebalkan itu kembali memuaskan dahaganya akan sensasi, kali ini dengan tajuk utama yang nyaris membuat seluruh dunia sihir membeku: "PENYATUAN DUA KELUARGA DARAH MURNI: IKATAN BARU DRACO MALFOY DAN KATHERINE DALTON." Tajuk itu cukup untuk membuat Katherine mendesis tajam penuh amarah. "Demi janggut Merlin, akan kutinju wajah panjangnya!" geram nya, membanting Daily Prophet ke meja dengan kekuatan penuh tepat di hadapan Ron Weasley-yang hanya bisa terbatuk gugup dan mundur beberapa inci. Dengan napas memburu, Katherine bergegas menuju pintu Aula Besar, menendangnya hingga terbuka lebar, menciptakan keheningan yang mendadak dan mencekam. Semua mata menoleh-tentu saja mereka tahu kabar apa yang tengah menggemparkan Hogwarts pagi itu. Namun Malfoy muda duduk tenang, seolah seluruh dunia di sekelilingnya tak berarti apa-apa. Ekspresinya hampa. Hampa seperti tubuh tanpa jiwa. Theodore Nott melirik tajam, mencoba membaca wajah Malfoy. Ia ingin tahu-apakah Draco benar-benar telah mendengar kabar ini? "Katie mungkin benar-benar akan menghancurkan wajah Rita Skeeter," gumam Zabini dengan nada geli, menyeringai tipis. Parkinson di sisinya hanya mengangguk pelan, sependapat. Sebuah perang bisa saja pecah-tak ada yang tahu pasti. Tapi satu hal yang jelas: Katherine Dalton tidak akan diam saja membiarkan perjodohan ini terjadi begitu saja. ⚠️ Draco Malfoy fanfiction
If Tomorrow Was Yesterday | Drarry ni OcAma__
52 parte Kumpleto Mature
𝑺𝒖𝒂𝒕𝒖 𝒉𝒂𝒓𝒊, 𝒌𝒂𝒖 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒖𝒅𝒖𝒌 𝒅𝒊 𝒓𝒖𝒎𝒂𝒉 𝒕𝒖𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒑𝒂 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒎𝒖. 𝑰𝒕𝒖𝒍𝒂𝒉 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑯𝒂𝒓𝒓𝒚 𝑷𝒐𝒕𝒕𝒆𝒓. ⸻Draco Malfoy 𝑫𝒖𝒍𝒖, 𝒂𝒌𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒊𝒓𝒂 𝒌𝒆𝒃𝒆𝒏𝒄𝒊𝒂𝒏𝒎𝒖 𝒑𝒂𝒅𝒂𝒌𝒖 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒍 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒆𝒓𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒌𝒖𝒓𝒂𝒔𝒂𝒌𝒂𝒏. 𝑵𝒂𝒎𝒖𝒏, 𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒍𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒈𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒋𝒂𝒖𝒉 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒑𝒆𝒅𝒊𝒉. 𝑲𝒊𝒏𝒊, 𝒂𝒌𝒖 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊, 𝒅𝒂𝒏 𝒏𝒂𝒎𝒂𝒎𝒖, 𝑫𝒓𝒂𝒄𝒐 𝑴𝒂𝒍𝒇𝒐𝒚, 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒕𝒖-𝒔𝒂𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒆𝒑𝒊𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒖𝒛𝒛𝒍𝒆 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒌𝒖𝒌𝒆𝒏𝒂𝒍𝒊. ⸻Harry Potter 𝐅𝐚𝐧𝐟𝐢𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐁𝐲 𝐀𝐌𝐀 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 𝐭𝐲𝐩𝐞: 𝐋𝐨𝐧𝐠 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐂𝐡𝐚𝐩𝐭𝐞𝐫 : 𝟒𝟏 𝐆𝐞𝐧𝐫𝐞: 𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐧𝐠: 𝟏𝟖+ 𝐏𝐚𝐢𝐫𝐢𝐧𝐠: 𝐃𝐫𝐚𝐜𝐨 𝐌𝐚𝐥𝐟𝐨𝐲 𝐱 𝐇𝐚𝐫𝐫𝐲 𝐏𝐨𝐭𝐭𝐞𝐫
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
In Another Life (Drarry) cover
Stay, That's an Order | Drarry cover
𝐷𝑖𝑙𝑒𝑚𝑎 𝐶𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑃𝑎𝑛𝑔𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑆𝑙𝑦𝑡ℎ𝑒𝑟𝑖𝑛 cover
MUGGLES'S MUDDLE cover
The Story of Draco and Pansy  cover
[END] Dramione-The Other Side of Malfoy cover
The Labyrinth Of Unbreakable Vow  cover
If Tomorrow Was Yesterday | Drarry cover
listen | drarry.  cover

In Another Life (Drarry)

21 parte Kumpleto

Welcome to LittleDanyaa's 3nd Book Multiverse | Boys Love (BxB) | Drarry | Another life Perang telah merenggut segalanya dari Draco Malfoy, keluarganya, teman teman nya, kepercayaan nya, dan bahkan bayangan akan masa depan. Terlalu lelah untuk bertahan, Draco mencuri sebuah artefak kuno dari manor Malfoy, sebuah jam tua yang konon mampu membawa seseorang ke dunia yang lebih baik. Saat membuka mata, Draco terbangun di rumah keluarga Potter. Di dunia ini, tidak ada Voldemort. Orang-orang yang telah lama mati kini hidup kembali. Dan anehnya, Harry Potter tidak membencinya. Draco seharusnya merasa bingung. Tapi dunia ini terasa seperti rumah yang hangat dan selalu diimpikan nya. Disini ia merasa bebas dari bayang-bayang perang. Note: Disini perjalanan cinta Drarry bakalan agak pelan, tapi tetep worth it. Ada beberapa side couple juga.