Jangan percaya peta. Jangan percaya Kata. Karena di sini, yang mati pun tak pernah benar-benar mati. Di kedalaman hutan Jawa yang tak pernah tersentuh cahaya, Damar mendengar panggilan yang hanya bisa dijawab oleh darahnya sendiri. Ia bukan hanya pewaris, tapi korban takdir tua yang sudah menanti generasi berikutnya. Mampukah Damar menghadapi sosok-sosok yang tubuhnya dibentuk dari tanah busuk, tulang, dan dendam? Mereka terus bermunculan dari retakan tanah. Mereka memburu bukan hanya nyawa, tapi jiwa jiwa yang belum ditebus. Ini bukan kisah penyelamatan. Ini adalah kisah peluruhan. Tentang tanah yang menolak dilupakan, dan arwah yang menuntut darah.
Maklumat lanjut