Story cover for Seconds in Hours by Jarjirrrrrrrr
Seconds in Hours
  • WpView
    Leituras 124
  • WpVote
    Votos 39
  • WpPart
    Capítulos 8
  • WpView
    Leituras 124
  • WpVote
    Votos 39
  • WpPart
    Capítulos 8
Em andamento, Primeira publicação em jun 21, 2020
Ketika kamu terjebak di dunia yang entah dimana-
 
Ini bukan kisah tentang romansa remaja yang membuat kamu berguling guling di kasur.

Atau kisah horor yang membuatmu merinding sendiri karena membayangkannya.

Ini kisah tentang Solidaritas.Tentang kedelapan siswa siswi yang terjebak di dunia yang mereka sendiri tidak tahu. Dimana detik dalam hitungan jam adalah sumber kehidupan mereka. Persahabatan,pertahanan,pengorbanan itu yang harus mereka utamakan. Apakah mereka berhasil keluar dengan keadaan lengkap? Atau tidak.

___________________________________________

"Jadi kita dimana?" Tanya Ocean memandangi sekitar. Aneh sekali tempat ini.

"Di jamban!" Kata Lukas kesal. "Ya gak tau lah gue! Segala nanya lagi lo? Minta di cium?"

"Elo kalo ngomong sekate kate." Kata Felix sambil menoyor kepala Lukas.

"Ngomong-ngomong caem juga tempat ini," Elara melihat sekitar dengan pandangan kagum.

"Caem caem! Ini begimana balik coba?" Dara berteriak kesal kepada Elara. Sungguh dia tidak tahu kondisi.

"LAH IYA YAK!" Ucap mereka bersamaan menyetujui perkataaan Dara.

____________________________________________

Start: Chapter 1 - ?

[ON GOING]
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Seconds in Hours à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#108solidaritas
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
HTS (Hubungan Tentang Status), de Dilandita
28 capítulos Concluída
"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
TWO SELEB [END] cover
CLOSER cover
Kelas A [End] cover
❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL cover
HTS (Hubungan Tentang Status) cover
𝐃𝐄𝐀𝐓𝐇 𝐋𝐔𝐑𝐊𝐒 cover
Who Am I? cover
Because I'm Stupid (End) cover
Troublemaker's cover

TWO SELEB [END]

40 capítulos Concluída

Ketika remaja yang banyak perbedaan tapi jelas masih memiliki satu kesamaan yaitu lengket dengan dunia Maya bertemu karena cacing di perut. Kesan pertama yang sangat menjengkelkan membuat Febby enggan berurusan dengan si judes dari geng Solidaritas. Lagi-lagi karena sebuah kesalahpahaman atau si judes aja yang sensitif membuat Febby ikut-ikutan sensitif hingga membuat Febby berfikir untuk tidak memiliki persimpangan di kemudian hari dengan si judes dari Geng Solidaritas satu itu. Sayangnya, mereka memiliki persimpangan urusan yang jelasnya Febby membutuhkan krisis jemputan membuat semuanya yang awalnya kesan pertama menjengkelkan menjadi sebuah awal pertemanan. Waktu berjalan membuat mereka yang diam-diam menyimpan masa lalu tanpa jawaban akhirnya menemukan.Bagai harta karun namun menyimpan dendam, apakah keduanya akan seperti sebelumnya?atau melupakan perjalanan sebegitu uniknya saat-saat rasa sensitif dan lapar yang mempertemukan mereka. Takdir yang mempermainkan atau Tuhan yang selalu bisa mengejutkan? Jika hanya bahagia adalah satu rasa dominan dalam hidup makhluknya, akankah hidup terlalu mudah untuk semua makhluk ciptaannya? Plagiat= dosa, so... jangan ya🙂 Start: 21 Desember 2019 Finish:14 Desember 2020