FAJAR DARI TIMUR

FAJAR DARI TIMUR

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2020
Pada akhirnya hidup adalah perkara menjalani apapun seorang diri. Tiada yang benar-benar peduli. Uluran tangan orang-orang hanya berupa kesucian yang dibuat-buat. Mereka datang lalu membangun sebuah atap, namun tidak memiliki keinginan penuh untuk menetap. Bahkan sama sekali tidak pernah dianggap, hancur karena terlalu berharap. Setelah mendapatkan tempat, mereka langsung berkhianat Keraguan semakin tumbuh secara utuh. Menggerogoti percaya diri yang kian merapuh. Tak ada ranting pohon yang berisikan sebuah keyakinan. Seorang diri memikul beban, dan sendirian menanggung betapa sakitnya ketika semangat hidup tengah dipukul Tak ada bantuan yang mau berpapasan. Bahkan sesuap nasi yang di peroleh dari jari-jemari kecil, ternyata membuat perjalanan hidup di dunia hanya menjadikan kita semakin kerdil Selalu ada salah yang ditampung dalam tubuh. Berharap dijadikan tempat agar tiada yang bisa menyentuh. Kebenaran hanya dimiliki orang kaya yang dihujani banyak cinta. Sebagai barometer yang nyata. Sungguh, hidup sendiri mengajarkan kita betapa sulit nya menahan keluh dan tetap menjadi pribadi yang tangguh
All Rights Reserved
#2
kampungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Bad Boy In Love [COMPLETED]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Anak Sekolahan ( END ) ✔️
  • Zahra's Life
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines