malam ini bercanda lagi dengan rindu

malam ini bercanda lagi dengan rindu

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 25, 2021
Aku menyebutmu rumah, bukan tempat singgah. Kamu menyamankan, mengamankan dan menyenangkan. Kamu adalah alasan dibalik segala kepulanganku. Melewati malam-malam sulit, dengan menemukanmu ada di sana saja sudah meringankan bebanku meski hanya sedikit. Menghabiskan berjam-jam dalam diam. Terlalu tinggikah jika bahagia yang paling sederhana buatku itu kamu? Terlalu egoiskah jika aku hanya ingin kamu, bukan yang lain? Karena di dekatmu, kesedihanku tidur dengan lelap. Di ninabobokan oleh rasa nyaman yang terlalu sulit kugambarkan. Senyummu, sudah memasuki dosis manis yang paling kritis. Aku terlalu suka dan tak bisa kucegah untuk bersikap lebih biasa dari biasanya. Perlakuanmu, dengan magis mengubah tangis jadi tawa paling manis. Semakin hari, semakin aku dibuatmu jatuh cinta. Aku terlalu bahagia. Entah sekarang kita ini apa? Termasuk apakah aku buatmu? maaf malam ini aku sangat merindukanmu H. T. D
All Rights Reserved
#495
seseorang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • My Sweet heart
  • Resital Sunyi (End)
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Aerilyn
  • GEVRONZ
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Maina & Maxim
  • MFS ✓
  • The CHOICE

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines