Cakrawala

Cakrawala

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Rin!" "Apaan?" "Gue tau lo nggak suka sama Lira, tapi... apa perlu lo jahatin dia?" "Maksudnya?" "Gue nggak tau masalah lo sama Lira, gue nggak tau Lira salah apa sama lo." "Ar?" "Kita itu sodara Rin, gue nggak mau hubungan kita jadi buruk cuma karna masalah begini." Aron menatap lekat saudara kembarnya, "jadi... gue mohon lo jangan gangguin Lira lagi." "Aron dengerin gue dulu, gu-" "Ayo Ra!" Pasangan muda-mudi itu meninggalkan Arin yang masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi, barusan itu apa? Dia, dia dituduh? Padahal Arin tidak melakukan apa-apa pada Lira. Arin mendongak, memerhatikan Aron bersama Lira yang sedang menatap Arin dengan senyum liciknya. Ah, Arin tau. Lira ya? Ternyata cewek itu, cewek Aron yang egois dan sangat tidak suka pada kedekatannya dengan saudara sendiri. Arin tersenyum masam, merasa miris dengan masalah yang baru saja menimpanya. :/
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Untung Sayang
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ALEXON [END]
  • Elvina [COMPLETED]
  • ON SIGHT (Completed)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • VerLanO (END)
  • Naufal

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines