PUISI DALAM HARAP

PUISI DALAM HARAP

  • WpView
    Reads 370
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 16, 2020
WpInfo
Poetry
#2 "PUISI DALAM HARAP" (Mendambakan Orang yang tak mungkin di genggam) Jangan lupa kasih Rating ya teman-teman :) Terdapat beberapa puisi untuk Kisah Semu ini. Banyaknya harap yang membuat tak mengerti hidup ini. Banyak bagian dari Puisi ini yang diambil dari Kisah Pribadi -Selamat membaca. -Semoga Terhibur.
All Rights Reserved
#26
harap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pergi yang Tak Kembali..
  • Rindu Dalam Diam
  • CERPEN (END)
  • Rindu Tanpa Lafaz
  • Berharap Cinta dan Rindu Karena Jarak (Diterbitkan)
  • Letter From Chacha (The End)
  • PERTEMUAN CINTA DI APLIKASI

Cinta Fiena dan Raka bukanlah kisah yang mudah. Lima tahun mereka berjuang, melewati rintangan dan keraguan, hanya untuk akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan yang penuh harapan. Mereka merangkai mimpi, menyusun masa depan, dan saling menggenggam erat, percaya bahwa cinta mereka akan bertahan selamanya. Namun, takdir berkata lain. Di hari ke-82 pernikahan mereka-saat kebahagiaan masih terasa begitu hangat-Raka tiba-tiba pergi. Tanpa tanda, tanpa pamit, tanpa memberi Fiena waktu untuk bersiap menghadapi dunia tanpa dirinya. Dalam hitungan detik, dunianya yang semula berwarna berubah kelam. Fiena tidak hanya kehilangan seorang suami, tetapi juga sahabat, pelindung, dan rumah yang selama ini menjadi tempatnya bersandar. Kesedihan yang begitu dalam mengikatnya dalam pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban-kenapa secepat ini? Kenapa setelah semua perjuangan, Raka justru pergi saat mereka baru memulai hidup bersama? Buku ini adalah perjalanan hati seorang perempuan yang harus menerima kenyataan pahit bahwa cinta sejatinya kini hanya bisa ia genggam dalam kenangan. Bagaimana ia bertahan? Bagaimana ia melanjutkan hidup ketika separuh jiwanya telah pergi? "82 Hari Bersamamu, Selamanya di Hatiku" bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang cinta yang tak mati, meski maut telah memisahkan. Sebuah kisah yang akan mengaduk emosi, membawa pembaca merasakan getirnya kehilangan, sekaligus mengingatkan bahwa cinta sejati tak akan pernah benar-benar pergi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines