Yuzhita [END]

Yuzhita [END]

  • WpView
    Reads 2,930
  • WpVote
    Votes 1,086
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 4, 2020
Yuzhita Ameena. Violinis kebanggaan Rogerdo. Jangan ragukan dirinya ketika berada di atas panggung. Kamu akan ditatap penuh kemenangan. Ia percaya akan mimpi. Ia percaya akan takdir. Ia biarkan hidupnya mengalir layaknya sungai. Ia biarkan dirinya terbawa arus sesuai ketentuan sang Maha Takdir. Bagaikan panah yang sering meleset, hidupnya pun sama. Seringkali ia menepi hanya untuk menyelam kembali. Seberapa sering ia terluka hanya karena kata 'percaya'? Seberapa bahagia ia akan kata 'berhasil'? Semuanya bagaikan semu yang tak kunjung mendatangkan temu. @Copy right by Dreamweavergirl Tak apa, kita biarkan ia bercerita. Bercerita dengan didampingi para mega bintang. Bercerita, yang kuharap akan usai dengan temu.
All Rights Reserved
#3
bravewritingproject
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • PARTNER JOB? - HEERINA
  • Restart ✔
  • AILAH(END)✅
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • My Ice Prince
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines