Yuzhita [END]

Yuzhita [END]

  • WpView
    Reads 2,931
  • WpVote
    Votes 1,086
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 4, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Yuzhita Ameena. Violinis kebanggaan Rogerdo. Jangan ragukan dirinya ketika berada di atas panggung. Kamu akan ditatap penuh kemenangan. Ia percaya akan mimpi. Ia percaya akan takdir. Ia biarkan hidupnya mengalir layaknya sungai. Ia biarkan dirinya terbawa arus sesuai ketentuan sang Maha Takdir. Bagaikan panah yang sering meleset, hidupnya pun sama. Seringkali ia menepi hanya untuk menyelam kembali. Seberapa sering ia terluka hanya karena kata 'percaya'? Seberapa bahagia ia akan kata 'berhasil'? Semuanya bagaikan semu yang tak kunjung mendatangkan temu. @Copy right by Dreamweavergirl Tak apa, kita biarkan ia bercerita. Bercerita dengan didampingi para mega bintang. Bercerita, yang kuharap akan usai dengan temu.
All Rights Reserved
#9
naskahduadelapangroup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • My Ice Prince
  • Empty | 00L NCT Dream
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • PARTNER JOB? - HEERINA
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • FEARLESS || JAYISA
  •  regret a mistake🍁( ENDING)
  • Semesta Angkasa | Teenlit ✔

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines