Sekeping Hati Gendis

Sekeping Hati Gendis

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 21, 2020
Gendis, bersama ibunya harus membesarkan dan mengurus kedua adiknya sepeninggal ayahnya. Berbagai peristiwa terjadi begitu saja menguras tenaga dan pikiran, namun Gendis harus menghadapi semua itu dengan kekuatan yang ia punya. Mampukah ia menjalankan beban yang ada dipundaknya?
All Rights Reserved
#42
novelislam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HADIAH TAHAJUD
  • Deandra - End✔ (SUDAH DI BUKUKAN)
  • Kehidupan Anak Desa
  • Azkar
  • [1] When The Rain Stops
  • Hidden character
  • ✿̸ ֹ ₊ ֹ  ֪ℬint⍺ng  ֪𝓨⍺ng  ֪ℬer⍺rti ⑅  ֹ ִ ˖ 𖥻 ꒱
  • Marriage Contract (Lingorm)
  • BABY TOMY
  • Gadis Populer Yang Menjomblo

Assalamu'alaikum Wr Wb Pembaca budiam, Aku bikin novel dengan mengupas habis keindahan Bumi Pacitan semoga ceritanya berkenan dan menginspirasi. Berkisah penyesalan putri semata wayang pemilik pesantren namun menolak sekolah dipesantren. Dengan melepas seluruh kebesaran orang tuanya. Menyamar jadi gadis kampung lugu dengan identitas ortu buruh tani yang mrantau cari kerja. Ya! Dia Genzi, tapi bertekat melibas platform "Gen Z is Gen full problematik" bermental tempe couse ternina bobukkan keserba mudahan akut yang diciptakan kaum Bommer itu. Gimana deru debu Gen Z yang menjalani riadhoh berat itu all out memanagemen peran gandanya. Satu sisi exis dibangku kuliah umum, namun kondisi lain menuntut nyantri tabarukan dipondok pesantren demi bakti pada lembaga yang dirintis orang tuannya. Gen Z yang tumbuh jadi gadis religius, smart, hamble dengan menyandang beberapa penghargaan akademik dan organisasi dengan sederet laki-laki pengagum pengharap cintanya? Sungguh membuat dosen Adi yang gelar MBA-nya diperoleh dari Texas Technologi Univerrsicity itu. dr Lumban calon sepecial saraf, apa lagi ustad Faiz yang digandrungi banat seantero Ma'had, semua hanya bisa menarik nafas panjang. Gadis itu bak stalaktit goa es, sangat indah, namun tak tersentuh. Karena diperhatikan, insting banat yang nyemak ngaji itu bangkit. Naluriah jika dia angkat wajah dan craaaat! Astaghfirullah! Pandangan mata mereka bersirobok. Bergesek se'saat. Pijaran kilat aneh yang sulit dijabarkan pun terjadi. Pemuda itu mengangguk, tersenyum sangat manis kepadanya. Beberapa detik banat itu baru tersadar, kepalanya buru-buru menunduk, hatinya beristighfar. Tangan kirinya menarik kerudung lebih menjuntai, agar bisa menyembunyikan wajahnya yang semburat merah, bak jambu air masak dipohon. "Elok timen banat satu ini, dilirik putra mahkota, idola banat seantero pesantren kok tidak respon?" batin Romo Kyai yang sudah 35 tahun berkutat mengembangkan Ma'had Kali Tambak Pacitan ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines