She Sosiopath

She Sosiopath

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2020
"Kau mencintaiku?" Jimin menganggukkan kepalanya dengan senyum manis yang tercetak diwajahnya, membuat matanya tersisa segaris. Eunbi pun ikut terkekeh kecil. "Seberapa banyak?" tanya gadis itu lagi. Eunbi menumpukan kepalanya di tangannya yang ia tekuk di atas bantal. Jimin menggulirkan bolamatanya ke atas seolah sedang berfikir. "Aku tidak tahu pasti. Sepertinya tak terhingga." Eunbi terkekeh geli. Jimin sangat konyol. "Kenapa bertanya seperti itu? Kau mencintaiku juga?" Tawa Eunbi menghilang kala mendengar pertanyaan dari lelaki dihadapannya. Eunbi menggeleng dan tersenyum kecil, "aku tidak punya perasaan seperti itu. Aku ini seorang sosiopat, kau lupa? Mustahil bagiku bisa merasakan yang namanya cinta." Jimin mendudukkan tubuhnya di kasur miliknya. Menatap Eunbi dengan mata berkilat. "Kalau begitu aku akan membuatmu bisa merasakannya, tunggu saja." Apakah Jimin akan berhasil meluluhkan hati Eunbi? Kita tidak tahu sebelum membaca kisahnya. Start : 14.06.2020 Fin : - © garraxyiee
All Rights Reserved
#43
sosiopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Way
  • Stereotype; Soobin
  • Can't you be mine? (COMPLETED)
  • ✔A Secret Admirer 🌸
  • Best Friend To be Boyfriend -pjm ✔
  • Love Scenario ~ KTH (END)
  • 🎮 klandestin 🎮
  • From Now To The Past | SOOBJUN✔
  • ɱαℓε ωเƒε. - SOOBJUN
  • 𝐓𝐖𝐎 𝐒𝐈𝐃𝐄𝐒 [M]• Park Jimin Fanfiction [TERBIT] ✔️
Our Way

Choi Jimin, satu-satunya pria dalam hidupku. Mencintainya bukanlah pilihan. Kami bertemu sepuluh tahun lalu, saat kami mulai bekerja di perusahaan yang sama di hari yang sama. Kami berdua baru di kota ini dan tidak ada orang lain yang bisa diandalkan, kami pun dengan cepat menjadi teman. Dan saat Jimin mulai menguasai Daegok, aku masih melakukan pekerjaan yang sama dengan orang-orang yang sama. Kami saling menyelesaikan kalimat, kami menghabiskan Natal bersama dan dia lebih sering tidur di rumahku daripada di rumahnya. Dia tampan.... luar biasa. Di kehidupan yang lain, dia mungkin belahan jiwaku. Namun, akhir-akhir ini banyak hal berubah. Dia mulai menatapku dengan cara berbeda. Matanya menatap bibirku saat aku berbicara. Pelukannya lebih erat.... lebih lama. Pertengkaran kami lebih bergairah, kecemburuannya tak terkendali. Aku tahu itu semua ada di pikiranku.... memang harus begitu. Kata orang, jangan pernah mencintai seseorang yang memperlakukanmu seperti orang biasa. Tidak. Baginya, aku adalah seorang ratu. Namun, kisah kami rumit. Dan meskipun aku mencintai Jimin dengan sepenuh hatiku... Dialah satu-satunya pria yang tidak akan pernah bisa kumiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines