A L E X
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2020
Cinta bagaikan ilusi. Menetap dalam semu berhasil menciptakan berbagai macam titik sendu. Aku tau tentang luka, duka dan masalah merupakan pelengkap dalam sebuah rasa cinta. Tetapi jika suatu saat kita harus melepaskan apakah kita akan sanggup melakukannya? Semua ini tentang Alex, lelaki yang selalu aku cintai. Namun sayang dirinya harus berakhir menjadi ilusi bagi ku. Ini juga tentang ku, tentang ku yang selalu berdiam didalam semunya kenyataan. Berharap menemukan bahagia. Dan apakah harus berakhir dengan kehilangan atau akan berakhir bahagia. -Pemilik ilusi
All Rights Reserved
#536
kepastian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Heal
  • Fajar & Senja
  • Sinful (Tamat)
  • you again ✔
  • hati yang tak pernah di pilih [END]
  • TENTANG DIA
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • Perihal Waktu
  • Can't have
  • You Are Mine [Terbit]
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines