Sekejap Angin

Sekejap Angin

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 22, 2020
Ketika sepi menghampiri, teman hanya tawa sesaat Dan angin hanya menghembuskan dingin, hingga menyelam dalam hangatnya jiwa. Gemersik daun selalu mengusik telingaku Ku dengar burung sedang berkicau Ku sadari jalanku buntu saat ini Dan tiada terfikirkan keadaan begini Menanti sebuah pertemuan Ku tunggu dibawah hangatnya mentari pagi Selalu ku merindukan pulang Hingga detik saat ini
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#17
mudik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aku (Selesai)
  • Printemps
  • MY LADDY BOSS  ||  HEERINA
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Rindu Bintang (Selesai)
  • Disegala Renungan
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

Jika mereka berhamburan lari ke arah kiri,Aku dengan santainya berjalan ke arah kanan Aku dengan segala potongan yang coba ku ungkapkan lewat sepatah kata yang tak berirama namun selalu aku sajikan lewat sajak yang tak punya rima. Bersediakah kau cicipi tiap potongannya? Jika mau, tarik nafasmu dalam-dalam Resapi tiap kata dalam potongan yang sudah kuramu tanpa jemu. Dan kuharap kau tau, Disini ada hadirku Disini segala sukacita yang kuungkap lewat sajak yang tak berdaya Disini bukti kisah yang terlalu indah untuk di lukis, Terlalu sulit diucapkan, Terlalu berat dibawakan, Terlalu menarik untuk di abaikan, Terlalu sedih jika di bacakan, Terlalu bahagia bila dirasakan Lebih baik,kau cicipi sendiri segala potongan yang sudah Aku siapkan Selamat menikmati ~Nazeta irama~

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan