The World Of Ink Strokes

The World Of Ink Strokes

  • WpView
    LECTURAS 1,144
  • WpVote
    Votos 321
  • WpPart
    Partes 28
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 2, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Kalau robot bisa dikendalikan oleh remote. Salsa juga bisa mengendalikan manusia dengan sebuah buku. ### Kata orang, manusia adalah tokoh, dan tuhan sebagai penulis skenarionya. Awalnya hidup Salsa begitu. Selalu menjalani nasib yang ditentukan Tuhan. Hanya bisa protes dan marah-marah seperti orang gila jika nasib itu tak sesuai ekspektasi. Seperti kebanyakan orang, normal. Namun suatu hari dia marah akan takdir yang ada. Dimana dia malah dijadikan kurcaci bukan seorang putri. Dia tidak terima, dia protes dengan Tuhan. Tapi entah keberuntungan dari mana, saat itu juga ia menemukan sebuah buku. Yang katanya bisa mengabulkan semua permintaan. Dia tak langsung percaya. Namun dia membuat satu permohonan berbekal rasa iseng. Siapa duga, permohonan itu jadi kenyataan. Dari sana, petualangan Salsa dimulai. Berbekal sebuah buku. Akankah Salsa bisa merubah takdirnya? Atau malah mendapatkan sudut pandang yang mengikis keegoisan yang ada di dirinya?
Todos los derechos reservados
#739
keajaiban
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • hay mantan !!
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • ALZEA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Saga [SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • BALADA KEHIDUPAN
  • FATE

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido