A different love story

A different love story

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsremaja
Ini kisah tentang remaja tentang seorang remaja yang bernama Syakilla darma putri yang mempunyai paras cantik, putih,tinggi bak model menyukai seorang laki-laki yang selalu membuatnya semangat untuk pergi sekolah. Dia yang selalu mengisi masa-masa remajanya ternyata dihancurkan dengan sejuta kata-kata yang menyakitkan bahwa dia tidak menyukai remaja yang bernama syakilla tersebut. "Gw gk pernah suka sama dia bahkan untuk gw suka sama dia aja mustahil, karna gw itu cuman mau bikin dia jadi makin ceria aja." Ucap seorang laki-laki itu. Bak bagai disambar petir disiang hari killa mendengar itu pun langsung lari pergi entah menuju kemana. "Hah gw salah, gw salah mendefinisikan rasa dia buat gw gk taunya cuman sekedar buat gw ceria hhhhhhh." Ucap killa sambil menangis Bagaimana kisah nya? cerita ini bukan hanya sekedar kisah cinta remaja melainkan bagaimana kisah persahabatan yang bermakna dan kekonyolan yang hakiki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WANITA GILA
  • Insecure [REVISI]
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Penantian
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Andara(completed)
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • YOU ARE MINE
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata

Ini adalah kisahku 15 tahun yang lalu dibangku sekolah. Kisah cinta pertama yang konon katanya tak akan pernah terwujud. Sampai akhirnya kita bertemu kembali bersama dengan keluarga kecil kita masing-masing. Pertemuan yang seolah membangkitkan kenangan lama, rasa kesal, sedih, tawa dan air mata yang terbersit dalam benakku. "Hai" terdengar sangat kikuk, hingga kita hanya tersenyum kaku. Bagaimana bisa dulu aku sangat menyukai pria ini? Dan bagaimana pula dia tidak membalas perasaanku yang sangat menggebu itu? Ya, mungkin dulu aku terlalu agresif. Terus mengejar dia, seperti wanita gila.

More details
WpActionLinkContent Guidelines