Baristalaya

Baristalaya

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Mga Boto 4
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Jun 24, 2020
WpInfo
NON-FICTION
Pada rintik yang menjatuhkan berkah. Bulan yang mengintip dibalik awan hitam. The world is brighter than the sun, Now that you're here padahal matamu perlu waktu untuk menyesuaikan terhadap cahaya luar biasa yang mengelilingi kita. Aku akan memberikan semua yang aku miliki Aku akan mengajarimu semua yang aku tahu I promise I'll do better. *** Detik itu, Elvina tak bergeming, dia hanya diam dan menunduk. Berusaha untuk melangkah pulang dengan sangat berat hati, "Elvina," dia menoleh kembali, Rainer berlari menghampirinya. Ketika sudah berhadapan Rainer menyodorkan payung untuknya. "Hati-hati ya, sepertinya akan hujan," Rainer kembali dengan berlari, tubuhnya menghilang di balik pintu hitam itu. I will soften every edge I'll hold the world to its best And I'll do better
All Rights Reserved
#331
barista
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Triangle 2
  • FEARLESS || JAYISA
  • Raina Maramitha
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Sudut pandang (felisha)
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Silent Scars | Orine
  • Maaf' (Revisi)

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman