LONELY

LONELY

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang kehilangan lalu mengikhlaskan. Namun seseorang datang untuk menggagalkan. ••• Kondisi keluarga yang terbilang tidak cukup baik membuat Aretta Valerie membutuhkan teman yang siap untuk mendukungnya. Hingga seseorang datang, menemaninya melewati terowongan yang gelap sampai titik cahaya mulai terlihat di ujung. Namun tak sampai di ujung, orang itu justru pergi meninggalkannya melewati terowongan itu sendirian. Retta kembali kesepian. Bertahun-tahun terlewat ia masih berada di titik yang sama. Kakinya tidak bisa melangkah menggapai cahaya di ujung. Tidak hingga seseorang berjalan di sisinya. Membuat kakinya ikut bergerak. Mampu kah seseorang itu menemani Retta hingga menggapai cahaya di ujung sana? ••• "Lo mirip teman kecil gue." "Maaf ga sesuai harapan lo. Tapi gue dan dia bukan orang yang sama." •••☁️••• happy reading! jangan lupa tinggalkan jejak yaa ^^
All Rights Reserved
#140
ambisius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • Sun! -orine
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Jejak Waktu [Complete]
  • EVIDEN (Republish)
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • Where Are You?
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Antagonis

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines