Don't get crushed

Don't get crushed

  • WpView
    LECTURAS 136
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 12, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Don't get crushed Romiko Erlangga. Pemuda bermata cokelat itu telah banyak menumpuk perih. Hidupnya terombang ambing keluarganya tercerai-berai, Romi frustasi hingga tanpa sengaja melakukan sebuah dosa. Cintanya pergi dengan cara menyakitkan. Lambat laun berjalan, ia mencoba bangkit. Bahkan sempat berlari, namun itu hanya sementara karena masalalunya datang lagi. Naimma ananda putri, hadir kembali dengan cinta yang sama. Sederet kenangan muncul begitu saja, membuatnya bimbang antara mengabaikan atau menghiraukan gadis itu. Naimma mengajarkan Romi bagaimana menerima dengan lapang dada apa-apa yang telah terjadi, senyuman yang sempat pudar kini tercetak jelas di bibir Romi. Ia lupa jika lukanya belum tertutup sempurna, karena dasarnya luka itu hanya tersamarkan bukan tersembuhkan. seperti waktu yang mengobati luka. Romi melampiaskan kekecewaannya pada apapun yang ada dihadapannya. Penghianatan itu hadir. Pengaruh dari orang-orang terdalamnya membuatnya semakin bimbang hingga ia tersadar lalu bertanya-tanya : Akankah dirinya benar-benar dibutuhkan Vivi Permatasari
Todos los derechos reservados
#4
romi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Erlangga
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Look at me, only me.
  • Love Will Find A Way
  • NADIR
  • Do You Miss Me ?
  • Yang ke 2
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido