Why Must You?

Why Must You?

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Shadrina Aletha Qirani. Seorang gadis remaja yang memiliki banyak ketakutan dalam hidupnya. Saat ia hanya memiliki Daniel sebagai pelindung satu-satunya, gadis itu malah menyaksikan kematian kakaknya tepat di hadapannya. Lalu, kehadiran Miko sebagai kekasihnya rupanya masih tak bisa mengalihkan rasa sakitnya. Hingga tiba dimana kedatangan sosok murid baru yang membuatnya bisa merasakan kembali sosok Daniel disisinya. Tetapi, bukan hanya itu, sosok itu juga hadir untuk mengungkap satu rahasia besar yang mampu mengguncang dunianya. "Kenapa harus kamu yang jadi alasan mengapa aku tetap ingin hidup dan juga ingin mengakhiri semuanya dalam waktu yang bersamaan, Gi?" Kita sama-sama saling melengkapi untuk melukai.
All Rights Reserved
#946
kisahsma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  •  First Love Again
  • Dialog Dari Ranum
  • SALSA [END]
  • Why Us? (Terbit)
  • Noda dalam Cinta
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Karena Kamu Rumahnya
  • AMERTA : The Last Embrace

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines