Garis Takdir

Garis Takdir

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
mencintai.. satu kata yang sampai saat ini selalu menghantuiku bahkan perlahan membunuh hati ini secara perlahan. bukan masalah cinta yang tak terbalas kan. namun, perbedaan agama akan menjadi benteng terkuat untuk mengahalangi cinta kami kecewa dan air mata sudah menjadi teman setia saat menunggu mu. Hati ku bergetar hebat tatkala aku mengucapkan assalamu'alaikum dan dia hanya mampu menjawab dengan om swasyastu... Aku baru sadar ternyata rasa yang tumbuh beberapa waktu lalu adalah rasa yang special. Cepat cepat ku pangkas tandas rasa ini sebelum nantinya akan membunuh ku secara perlahan. Benteng kuat nan kokoh sudah menghadang di depan. Jarak yang tak mungkin bisa di satukan. Aku lebih memilih pergi, mengakhiri apapun yang bahkan belum di mulai. Assyifa Humaira.
All Rights Reserved
#306
agama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Restu Tuhan
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • Rasa dan Harapan
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Penjara suci
  • ZAHTHAR [END]
  • REKSHA ✔
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • SHEIRAZ PLAN ✓
  • Aila: Atas Nama Cinta [TERBIT]

Kisah cinta remaja SMA yang harus terpisah karena perbedaan keyakinan keduanya serta larangan demi larangan dari orang terdekat yang akhirnya memisahkan mereka melalui kejadian tragis. Gadis itu kehilangan kekasih hatinya yang pergi membawa sebongkah cinta yang hingga saat ini membuat jiwanya hampa, serasa jiwanya pun ikut pergi tak ada lagi semangat dalam dirinya hanya air mata yang sudah mengering dan hampir habis menemaninya menghabiskan waktu berharap keajaiban datang dan semua yang terjadi hanyalah mimpi belaka ***** " Ketika aku melewatkan hari tanpa dirimu, yakinlah aku baik-baik saja seperti hal nya aku yakin kau juga bahagia di sana" Al.... Senja itu ibarat kamu indah menenangkan meski sekejap tapi tak bisa kumiliki selamanya namun esok akan datang kembali membawa kebahagiaan,benar kan... Tanpamu meskipun sendiri aku tetap menyukai senja.. karena senja mengingatkanku padamu yang telah pergi bersama jutaan mimpi dan doa-doa yang pernah kita cipta dan pinta bersama Bahagialah di surga bersama Sang Hyang Widhi aku lanjutkan hidupku dan akan kutemukan bahagiaku di sini temui aku nanti di surga ya Al....

More details
WpActionLinkContent Guidelines