Story cover for Somewhere in the Middle by rahadhikasalsabilla
Somewhere in the Middle
  • WpView
    Reads 4,022
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 25
  • WpView
    Reads 4,022
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 25
Complete, First published Jun 23, 2020
Mature
Meet Gwen , doctor cantik nan jenius. Wanita modern yang Independent. Hidupnya hanya di Rumah Sakit dan Apartement nya. Bertemu dengan Roman bukan sesuatu yang selalu dia angan-angankan. Bertemu dengan Roman membawa Gwen ke satu Cerita yang tak pernah dia masuki. Tapi dia tak pernah ingin menjauh.
-Gwendolyn Wheelers

Meet Roman, si pengacara dingin yang tidak pernah mengalah. selama hidupnya ia tidak pernah berfikir untuk jatuh cinta atau berada dalam kukungan bernama komitment. Bertemu dengan Gwen membuatnya ingin berbagi hidup yang tak pernah dia bayangkan. Bertemu Gwen membuatnya ingin jadi seseorang yang bisa di andalkan.
-Roman McKandy
All Rights Reserved
Sign up to add Somewhere in the Middle to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
The Heartbeat [ Completed ] cover
Destiny of Love "Blue Eyes" [END] cover
Love Is Blind (END S1.)  cover
The Unseen cover
LAWYER AND THERAPIST[CHAELISA]☑️ cover
In Your Hands [END✔] cover
LOVENEMIES - JENLISA [G×G] cover
ALVARO.ADJ cover
Last Roommate cover

The Heartbeat [ Completed ]

17 parts Complete Mature

Abela, dokter spesialis jantung dengan karir cemerlang. Punya banyak fans, sayangnya playgirl. Eits, playgirl bukan sembarang playgirl, bukan doyan gonta-ganti cowok, tapi cewek. Sekali lagi... cewek! Cantik, tinggi, pinter, bodinya... auranya... wuh, siap2 belok deh. Marsya, abg yang menjelang dewasa. Punya hobi unik, selalu daftar jadi pasien hampir setiap hari cuma untuk bertemu dokter Abela. ---------------- "Kayaknya jantung saya makin gak sehat dok." "Kamu sehat. Jantung kamu sehat. Sama seperti kemarin, kemarin lusa, kemarinnya kemarin, dan kemarin kemarin sebelumnya." "Ih serius deh dok, jantung saya selalu ngajak perang tiap natap mata dokter, jedug-jedugnya gak selow. Kayaknya saya gagal jantung deh dok." "Kamu harusnya ke spesialis saraf bukan jantung, kayaknya saraf kamu ada beberapa salah tempat." "Ah dokter, tau saya luar dalam. Jadi terharu."