Story cover for Somewhere in the Middle by rahadhikasalsabilla
Somewhere in the Middle
  • WpView
    Reads 4,022
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 25
  • WpView
    Reads 4,022
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 25
Complete, First published Jun 23, 2020
Mature
Meet Gwen , doctor cantik nan jenius. Wanita modern yang Independent. Hidupnya hanya di Rumah Sakit dan Apartement nya. Bertemu dengan Roman bukan sesuatu yang selalu dia angan-angankan. Bertemu dengan Roman membawa Gwen ke satu Cerita yang tak pernah dia masuki. Tapi dia tak pernah ingin menjauh.
-Gwendolyn Wheelers

Meet Roman, si pengacara dingin yang tidak pernah mengalah. selama hidupnya ia tidak pernah berfikir untuk jatuh cinta atau berada dalam kukungan bernama komitment. Bertemu dengan Gwen membuatnya ingin berbagi hidup yang tak pernah dia bayangkan. Bertemu Gwen membuatnya ingin jadi seseorang yang bisa di andalkan.
-Roman McKandy
All Rights Reserved
Sign up to add Somewhere in the Middle to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Simbiosis Mutualisme cover
Last Roommate cover
DOCTOR FREAK ✅ (Proses Penerbitan) cover
Roses Are Red, Violets Are Blue, I'm On The Way To Break Up With You cover
Love Is Blind (END S1.)  cover
LOVE&TIME cover
Sassy Maid and Playboy Doctor cover
ALVARO.ADJ cover
LOVENEMIES - JENLISA [G×G] cover
Destiny of Love "Blue Eyes" [END] cover

Simbiosis Mutualisme

52 parts Ongoing

Mereka bertolak belakang dalam segala hal. Tapi dunia memaksa mereka untuk berdampingan. Mereka tidak akur. Mereka tidak pernah sepakat. Tapi takdir rumah sakit menempatkan mereka di jalur yang sama, jaga malam yang sama, pasien yang sama, tekanan yang sama. Dari perdebatan-perdebatan kecil yang awalnya hanya soal perbedaan pendekatan, berkembanglah sesuatu yang tak bisa mereka hindari: kehadiran yang perlahan menjadi candu. Pertengkaran berubah menjadi percakapan. Ketegangan berubah menjadi ketertarikan. Dan kebencian... mulai kehilangan bentuknya. Namun ketika masa depan, luka masa lalu, dan ego masing-masing mulai mengaburkan arah, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: Mampukah dua orang yang begitu berbeda berjalan bersama, bukan untuk saling mengalahkan tapi untuk saling menghidupi?