My Ex Annoying Habits

My Ex Annoying Habits

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
Memiliki mantan mungkin menjadi hal yang biasa bagi sebagian besar orang. Tapi bagaimana kalau mantan itu selalu terlihat, berada dalam tempat kerja yang sama, terlibat dalam pekerjaan yang sama. Bahkan memiliki kekasih baru sebelum kau memilikinya. Di sisi lain, si mantan selalu berusaha menunjukkan sikap baik dan berusaha menjalin pertemanan setelah putus, bahkan mengenalkan temannya yang mau melakukan pendekatan. Begitulah pria baik, hanya baik di permukaan, tapi sebenarnya hanya basa-basi. Semua tentangnya menjadi basi. Ia tak benar-benar ingin membantuku, ia tidak benar-benar mencintaiku. Ia hanya ingin menunjukkan kalau ia adalah pria baik dan kita masih bisa berteman setelah putus. Tapi, lagi-lagi dia adalah pria. Pria tidak punya perasaan. Meskipun ia merasa lebih peka dariku, tapi tetap saja otaknya yang lebih didahulukan daripada hati. Well, apa aku bisa bahagia dengan dia selalu muncul di kehidupanku. Tidak, tapi aku harus belajar menerimanya, mulai sekarang, saat ini karena ia telah memutuskan tak akan pergi dari hidupku, dari kantor dimana aku menghabiskan waktu paling lama dari keseharian hariku. Menyakitkan? Itu pasti.
All Rights Reserved
#265
ex
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Night We Meet [COMPLETED]
  • Days After We Met
  • Your Everyday
  • How Are You? ✔ (KARYAKARSA Dan KBM)
  • Untuk Jiwaku, NEIRA.
  • Senyum dan Usaha : Kisah Kita
  • Her past
  • Being Love (TAMAT)
  • DEAR SOPHIA
  • Ex-Boyfriend

Hubungan yang sudah dijalin bertahun-tahun menjadi satunya alasan untuk Callysta bertahan. Ia selalu diberitahu untuk segera meninggalkan kekasihnya. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar menghabiskan masa bersama sejak dari remaja. Bagaimana mungkin ia bisa melepasnya begitu saja? Pun ketika hatinya juga sudah mulai meragu. Hati yang gamang itu semakin terombang-ambing ketika kedatangan seseorang yang membuat hidupnya yang tenang, damai dan tanpa suara. Kedatangan seseorang yang memperlakukannya secara berbeda membuat Callysta mulai menyadari apa yang ia cari dalam sebuah hubungan? Mungkinkah selama ini ia meragu karena bosan atau justru sebenarnya ia sudah tidak cinta lagi pada kekasihnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines