Pejuang Sarjana Emas

Pejuang Sarjana Emas

  • WpView
    Reads 405
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 2, 2020
Anna, gadis desa yang telah menyandang gelar S.E itu lebih suka menyebut dirinya sebagai Sarjana Emas ketimbang Sarjana Ekonomi. Setelah berjuang ditemani ayah dan ibu dari semester satu hingga enam di bangku perkuliahan, Anna harus menerima kenyataan pahit diakhir perjuangannya. Sang ibu berpulang kepangkuan-Nya setahun menjelang Anna menggenapkan empat tahun perjuangan meraih S.E. Berselang lima bulan setelahnya, sang ayah yang tak kuat melawan tumor tonsil ganas pun menyusul ibu keharibaan-Nya. Namun, Anna harus tetap menyelesaikan perjuangan demi masa depan dan adik bungsunya.
All Rights Reserved
#715
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Perihal Sandwich(End)
  • Stairway to Unknown
  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • mandiri tanpa sosok ibu
  • Rembulan Laut [TERBIT]
  • HE'S DIFFERENT FROM THE OTHER || SUNGJAKE (END)
  • lupus
  • Aku Ingin Bercerita

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines