Masih Koma Belum Titik

Masih Koma Belum Titik

  • WpView
    Reads 420
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jika mencintaimu diam-diam adalah caraku Aku siap terluka bilamana hatimu bukan untukku Asal kamu tahu saja Semenjak belum mengenalmu Aku terbiasa mencintai laki-laki dengan cara ini Namun, ada hal yang ingin kutanyakan padamu Tanda tanya yang terkubur dalam jiwa; Apakah kamu merasakan detak jantungmu berpacu lebih cepat saat bersamaku? Apakah sikap baikmu adalah caramu membalas perasaanku? Terakhir, apakah selama ini kamu juga mencintaiku diam-diam? Kena membaca ulang tulisan di buku. Menatap lama. Hingga Kena sadar, orang yang Kena maksud di dalam tulisannya tengah berdiri di belakangnya. *** AN// Jangan coba-coba untuk jatuh cinta, bila tak ingin merasakan luka.
All Rights Reserved
#797
perpisahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Dalam diam
  • Om, Ayo Nikah!
  • FRIENDzone (Completed)
  • You're Here, But Not For Me
  • LOVE in SILENCE
  • Paradise
  • Alice [Completed]
  • Setia Di Hati (Selesai)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines