Kadang manusia berpikir bahwa keputusan terbaik adalah bagian dari akhir bahagia sebuah cerita. Pasalnya, semua keputusan berakhir bisa saja mengenang akan tokoh awal. Seandainya, jika Anara mengikuti acara sambutan yang digelar oleh kampusnya di gedung utama. Mungkin dirinya tak akan ketinggalan, dia mengetahui seluk beluk sang Professor yang tak ia kenali saat itu. Pada akhirnya, Anara bertemu dengan mahasiswa yang menurutnya gila, bahasa yang kaku dan sok akrab. Entah mengapa semakin lama ia sering bertemu dengannya tanpa alasan tertentu yang Anara tak ketahui. Hingga Anara bertemu dengan kekasihnya yang telah lama menghilang. Sampai dirinya mengetahui jika mahasiswa yang disebutnya gila itu adalah seseorang yang dipilih orang tuanya untuk mendampingi hidupnya. Maka, apa yang akan dilakukannya dalam menghadapi fase yang bahkan terasa asing untuk dia alami.
More details