Muvi's Story

Muvi's Story

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
Muviana Meylinda, Gadis desa yang kerap dipanggil Meme,gadis pemalas,suka ngayal pengangguran, yang nasibnya beruntung menjadi nyonya dari keluarga Baskara bilioner terkenal dari kota. "Me,kamu gila ya mau kasih makan saya dedaunan kayak gini" "Me,kamu mau bikin saya mati kepanasan dengan kamar sempitmu ini ha" "Me,punggung saya sakit gara gara kasurmu yang kayak batu ini" "Me,mobil saya mau taruh dimana" "Me,barang barang mahal saya mau taruh dimana" "Me,saya gak mau pakai kamar mandi kumuhmu" Ingin sekali rasanya Meme menguliti Baskara saat dengan entengnya ia tanya mau taruh dimana mobilnya harus ia taruh,demi tuhan empat mobil mewah sudah terparkir depan rumah bahkan sudah berada depan halaman tetangga dan pagi pagi si biang onar Baskara sudah bertanya dimana mobil kelima nya ia taruh. Meme pikir ia akan menjadi gadis desa terberuntung yang bisa membuat para tetangga yang suka menyinyirnya iri karna Meme si gadis pemalas telah menikah dengan Biloner kaya dan tampan,nyatanya tiap hari Meme semakin merasa frustasi dengan tingkah Baskara yang bagaikan Raja berada dirumahnya
All Rights Reserved
#278
mewah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cold Ceo's Favorite Wife
  • THE CLIMB [Completed]
  • PEMALAS BERKUALITAS
  • ALRIN
  • PADA AKHIRNYA  AKU PERGI
  • Aksara Lingga
  • GILANG ABRAHAM
  • Heart Attack
  • RAKAALENA
  • BARA & NARA

INI BUKAN CERITA TENTANG PERCINTAAN MASA SMA ATAU SEJENISNYA! SEORANG CEO DINGIN REYENSYAH RASSYA HIDAYAH DI JODOHKAN DENGAN MAHASISWI YAITU AQEELA AZA CALISTA SECARA MENDADAK! AWALNYA MEREKA MENOLAK PERJODOHAN ITU, TETAPI MEREKA TETAP MEMBANGUN RUMAH TANGGA ITU DENGAN PENUH KETERPAKSAAN. AKAN KAH MEREKA BAHAGIA? "Rassya, aku nyerah ya." "Gak peduli." "Aku pergi. Maaf dan Terimakasih." *** "Aku cinta sama kamu seperti menghitung pasir-pasir di pantai." "Kenapa gitu?" "Gak akan pernah ada kata habis."

More details
WpActionLinkContent Guidelines