kayveno 'vanilla latte

kayveno 'vanilla latte

  • WpView
    Leituras 484
  • WpVote
    Votos 163
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, out 8, 2020
Pernahkan kalian nungguin DM doi yang ga dibalas-balas selama berbulan-bulan, tapi satu hari dengan anehnya atau cuma keberuntungan, tiba-tiba doi ngebalas DM kalian yang penuh cinta itu? Ternyata Kayla adalah cewe yang paling beruntung. Alveno, si manusia dengan julukan "Si Bulan" atau "Si Matahari" dan kadang "Si Kutub" yang dinginnya sebenarnya melebihi kutub, tiba-tiba menjawab DM orang asing dengan kata-kata manis. Membuat Kayla terbelengo tak percaya. ♡♡♡ updatenya suka tiba-tiba kak <3
Todos os Direitos Reservados
#1
alveno
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Bulan Matahari
  • Halu [END]
  • Segelap Malam (END)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • (Antara) Bintang Bulan - [ABS 1]
  • Candlelight (HIATUS)
  • ALENA SHANKARA AZELA
  • Karsa 〔 selesai 〕

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo