Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
bagaimana cara kamu mati

bagaimana cara kamu mati

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 23, 2020
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
dua hantu bertemu dan mereka bercerita bagaimana mereka mati Hantu 1 : "bagaimanakah cara kamu mati?" Hantu 2 : "aku mati akibat kedinginan" Hantu 1 : "bagaimanakah kau bisa mati dalam kedinginan itu? " Hantu 2 : "sebenarnya aku terkurung dalam lemari es, mula mula nya aku menggigil,setelah itu anggota tubuhku mulai membeku, dan kemudian aku merasa dunia menjadi gelap akhirnya...... mati deh.tapi aku bersyukur karena mati tanpa banyak kesakitan 😁 Hantu 1 : "isshh isshh isshh kasian deh lo" Hantu 2 : "kalau kamu bagaimana cara kamu mati? " Hantu 1 : "aku kena serangan jantung" Hantu 2 : "oooo kena serangan jantung " Hantu 1 : "sebenarnya aku menangkap basah istriku sedang selingkuh. pada suatu aku pulang ke rumah agak cepat, aku melihat celana lelaki di depan pintu, aku tau istriku pasti lagi bermesraan dengan lelaki lain, aku lari masuk masuk kamar eh ternyata cuma ada istriku doang, aku yakin pasti dia ngumpet, nah aku cari di kamar mandi kok gak ada,aku lari ketingkat bawah, kegudang, ketingkat atas gak ada akhirnya aku kecapekan jadi kena serangan jantung,akhirnya aku mati deh" Hantu 2 : "alamakkk kenapa kau gak cari di lemari eeesss? kalau nggak, kita masih hidup sekarang! bodoh!!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Love Is You (Tamat)
  • PERCAYA? [END]
  • SAD GHOST 6 ✓
  • Marvarsha! Bertukar Jiwa
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Anaking
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Senja Termendung

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido