Hijrah
  • WpView
    LECTURAS 235
  • WpVote
    Votos 39
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 3, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Khumaira Syaidina Aisyah, nama yang cantik. Sama seperti paras, dan akhlaknya,ia memutuskan untuk berhijrah. Namun ayah dan bundanya tak memberinya izin,lalu bagaimana jika orang tuanya tidak memberinya izin?,bukannya ridho orang tua adalah ridho Allah juga?. Kebohongan yang ditutupi selama bertahun tahun akhirnya terbongkar, namun menyimpan kesedihan di hati kakak beradik ini. Berat menerima semua ini,ketika menyadari bahwa orang tua nya meninggal secara bersamaan. Bahkan belum bercerita apapun,jangankan bercerita menatap wajah Maira saja mereka sudah malas. Dengan tekad kuatnya ia bangkit, ia terus berusaha meskipun tanpa pundak dan tanpa uluran tangan. Hingga ia sampai di titik ujian yang berat,cemoohan,kata kata sok suci,dll ia dapatkan. Namun ia tetap meneguhkan hatinya, dan bersabar. Hijrah itu mudah,yang berat itu istiqomahnya. Lalu bagaimana hasil kesabaran,kerja keras, dan istiqomah Maira?,apakah ia berhasil?,meskipun tanpa pundak untuk bersandar ketika ia sedih?. Yukk baca Masih banyak typo,dan belum aku revisi lagi. Jadi maaf yakk
Todos los derechos reservados
#17
18tahun
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Qanita
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Quwwatul Hub
  • Takdir untuk Zura[on going]
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • She's Aisyah (COMPLETED)
  • Cinta Dalam Hijrah || SELESAI
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido