Penghianatan

Penghianatan

  • WpView
    Lectures 248
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadTerminé mer., juil. 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah seorang gadis yang cantik rupawan Yang membuat semua orang terpesona padanya . Ia merupakan anak dari salah satu orang pengusaha terkenal yang ada di Korea dan Indonesia . Gadis yang memiliki sifat yang baik, sopan dan ramah Tapi karena kebaikan dan keluguannya ia dimanfaatkan oleh sahabatnya sendiri . Kehidupan yang bahagia, karena sahabat sendiri ia sempat menjadi gadis pendiam dan dingin . Lalu sejak kehadiran seorang pria tampan rupawan yang baik dan dingin seperti kulkas. Ia menyimpan rasa untuk selalu melindungi gadis tersebut. Entahlah pria tampan itu saja bingung, karena rasa itu timbul dengan sendirinya. Apa yang akan terjadi selanjutnya?? . Ayo ikuti terus cerita nya :) Bantu vote nya yah ini cerita pertamaku🙏🤗 . Untuk dibaca bukan untuk di tulis ulang!
Tous Droits Réservés
#55
karin
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Let Me Love You Longer
  • KenSha [Tahap Revisi]
  • FIZYA
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Strong Girl Michella (END)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • PERFECT RAIN (Selesai)
  • Different [END]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu