لقد حدّثنا إرشادات المحتوى.
راجع أحدث الإرشادات لمواصلة مشاركة القصص بأمان.
Merayakan Kehilangan

Merayakan Kehilangan

  • WpView
    مقروء 2,973
  • WpVote
    صوت 71
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمكتمِلة ثلاثاء, يونـ ٢٣, ٢٠٢٠
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
الوسومromance
Kadang, kehilangan bukan akhir dari segalanya - melainkan cara semesta mengajarkan arti mencintai tanpa memiliki. Ini adalah kisah tentang seseorang yang belajar berdamai dengan masa lalu, dengan perasaan yang tak sempat terucap, dan dengan kenangan yang terus hidup meski orangnya telah pergi. Di antara luka yang tak kunjung sembuh dan senyum yang dipaksakan, ia mencoba menulis kembali hidupnya - satu paragraf demi satu paragraf - untuk menemukan bahwa kehilangan pun bisa dirayakan... bila hati akhirnya mengikhlaskan.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • ONESHOOT 21+
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us
  • Círculo del Destino

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى