Story cover for Aldi by ntsyanana24
Aldi
  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jun 23, 2020
Jonathan Aldi Pratama adalah seorang murid baru yang masuk dikelasku, awalnya aku membencinya karena memang aku tak ingin berteman apalagi dekat dengan Aldi. Tiba-tiba apa yang aku takutkan akhirnya terjadi, termakan perkataan sendiri dan membuat ku jatuh hati kepadanya. 

Natasya Prima Agatha, itulah nama ku. Gadis tomboy yang memiliki banyak teman pria, menyukai musik dan senang bernyanyi. Kata teman-teman aku orangnya ambisius dan ingin segala sesuatu yang sedang ku kerjakan perfect, terkadang bisa marah kalau apa yang aku inginkan tidak sesuai dengan ekspetasi yang kuharapkan. Perlu diketahui aku tidak ingin tipe orang seperti Aldi bahkan sangat membenci tipe seperti dia yang sok kenal sok dekat.
All Rights Reserved
Sign up to add Aldi to your library and receive updates
or
#57ambisius
Content Guidelines
You may also like
Adelaida the winner. by astaraska_
11 parts Complete Mature
(First story i made , sorry if there are many mistakes) Adelaida Jan Comla. Gadis cantik baik hati yang sangat lembut , ramah dan juga penuh kebahagiaan.. tetapi hidup tidak selamanya berjalan sesuai yang kita inginkan. Banyak masalah datang tiba tiba di kehidupan Adelaida , dan karna masalah yang terus datang tanpa jeda membuat Adelaida merasa tidak sanggup dengan segala nya. Mulai dari masalah keluarga , pertemanan , percintaan , juga kesehatan fisik dan mental nya. untung nya dia masih mempunyai teman yang sudah ia anggap sebagai bagian hidupnya sekarang. Orang itu adalah Jayendra Agastya Narendar. Jayendra juga tak kalah peduli kepada Adelaida , bahkan Jayendra berusaha semampunya untuk terus membuat Adelaida semangat menjalani hidupnya. Jayendra juga punya banyak luka , namun dengan kehadiran Adelaida hidupnya kini jauh lebih membaik , dan karena hal ini Jayendra akan terus membuat Adelaida menjadi gadis yang tak kenal lelah. Jayendra sangat membenci jika Adelaida berusaha menyerah , Jayendra memebenci semua hal yang membuat Adelaida menjadi merasakan sakit yang bertubi tubi. Namun namanya juga manusia , mau se peduli apapun orang yang mengusahakan segala nya untuk kita , jika memang kita lelah tidak akan ada kata semangat lagi. Tetapi bagaimana dengan perjuangan mereka? Sehebat apa ending di antara mereka berdua?, Apakah Jayendra berhasil menemani Adelaida keluar dari masa sulit nya? hope u enjoying to read this guys...
You may also like
Slide 1 of 19
360 and Still Me cover
Hadiah Cinta Sepuluh Hari [TELAH TERBIT] cover
Pal In Love cover
-LANDA- cover
Shoplifting Heart cover
About feelings   (selesai) cover
ALTAZORA (Complete) cover
Love & Enemy cover
Cruel World cover
My Youth [SELESAI] cover
Lifani -ketika ku lenyap dari dunia- cover
ELANOAVA [COMPLETED] cover
Teman atau Pacar? cover
Setipis Kertas (Complete) cover
Love Or Hate(End) cover
Adelaida the winner. cover
Orchid [COMPLETED] cover
Best Friends Forever N Love cover
CHAGRIN cover

360 and Still Me

5 parts Ongoing

Violetta Lanora Adinata pergi tanpa pamit-meninggalkan cinta pertamanya, sahabat-sahabat yang pernah jadi rumah, dan serpihan kenangan dari masa putih abu-abu yang tak selalu manis. Tak ada kata maaf, tak ada salam perpisahan-hanya kepergian yang sunyi, dibungkus diam yang panjang. Namun waktu, dengan caranya sendiri, menyeretnya kembali ke tanah tempat segalanya bermula. Dan di sana, semesta seolah tak memberinya pilihan lain selain menghadapi apa yang selama ini ia hindari-luka lama, tanya yang tak pernah terjawab, dan cinta yang mungkin belum benar-benar usai. Alvaro Nata Prabawa-tinggi, berwibawa, dengan wajah yang nyaris mustahil diciptakan tanpa sentuhan seni ilahi. Garis rahangnya tegas, hidungnya bangir sempurna, dan sepasang mata tajam yang dapat membuat siapa pun yang ia tatap menjadi membeku dan terpana. Ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapan dingin, nyaris menusuk. Tapi yang membuatnya terhenti sejenak adalah kenyataan bahwa gadis itu, gadis bermata hazel yang dulu selalu menatapnya dengan mata penuh kelembutan, kini membalas dengan sorot mata yang sama tajamnya. Sama menusuknya. Seolah waktu telah mengajarkan mereka bagaimana menjadi asing, mereka kini berdiri sebagai dua kutub yang tak saling mendekat, asing dalam bayang-bayang kenangan yang belum selesai.