Horizontal

Horizontal

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2020
Seorang perempuan yang lebih mengedepankan pemikiran masuk akal daripada mitos yang ada pada masyarakat. Seorang perempuan yang sedari kecil ditanamkan pemikiran untuk berpikir secara idealis. Seorang perempuan yang terlahir dan tumbuh berkembang dengan pendirian yang tangguh dan tak takut akan apapun. Dan suatu ketika bertemu dengan seseorang yang secara terang-terangan mencoba menghiasi kehidupannya dengan penuh warna pada kertas putih garis takdir. ~~~~~ "Bagaimana bisa kau sampai di masa ini?" "Kau sendiri? Bagaimana bisa hingga mampu sampai sejauh ini?" "Entahlah, saya hanya memiliki inti nya. Dan untuk pengaturan masa, itu bukan urusan saya, itu adalah urusan yang maha kuasa." "Kau ini...." Apakah ini salah satu alur takdir saya bertemu dengannya? Ataukah ini sebuah permulaan akan kehancuran ketika suatu inti yang terpisah kembali bersatu? Te amo, Desutoria.
All Rights Reserved
#58
culture
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Cita-Cita Terhalang Luka,Larentya
  • A Wallflower Love Story (AWLS)
  • hay mantan !!
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • SHADOW
  • Lulu
  • the little chess of life

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines