Story cover for UnderGround [Tamat] by Nsaa___
UnderGround [Tamat]
  • WpView
    Reads 611
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 31
  • WpView
    Reads 611
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 31
Ongoing, First published Jun 24, 2020
[SELESAI] Privat Acak💜
 

-----------------------------------------

Aku tidak habis pikir dengan apa yang terjadi padaku, aku baru tahu jika mendengar teriakan semut adalah suatu kelebihan khusus, tidak setiap orang sepertiku, bahkan mungkin hanya aku, seorang anak permukaan yang memiliki kekuatan mengubah kecoa dan sendok makan menjadi debu. Aku sejak dulu mengira semua orang sama sepertiku, namun ternyata aku berbeda.

















Namaku Sabi, dan aku berbeda dari remaja seusiaku.
All Rights Reserved
Sign up to add UnderGround [Tamat] to your library and receive updates
or
#769kekuatan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata cover
STUDY GROUP - KOS MAMI IDA - END cover
DARI SEBUAH PERTOLONGAN cover
Baazigar (Tamat) cover
WE WERE BORN TO DIE (a story by life)  cover
u n k n o w n cover
Senja dan Angkasa cover

Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata

26 parts Ongoing

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.