Ketika bibir tak dapat berucap, tarian pena menciptakan deretan aksara ditengah keheningan sang senja, sebuah untaian puisi sederhana tak disangka mampu melelehkan seseorang yang ia harapkan.
Biarkan puisi-puisiku berbicara. Secukupnya, bukan untuk selebihnya saat bicara bukan lagi menjadi keharusan. Bicara bukan keahlianku, dan menulis sudah menjadi rutinitas ku.
.
Banyak orang yang membaca puisi ini lalu menyukainya. Namun sedikit orang yang paham akan makna didalamnya.
.
Selamat membaca. Selamat membaca himpunan aksara absurd yang kelewat absurd ini. Semoga kamu sangat menikmatinya. Menghayati, tenggelam dalam lautan aksara😊.
.
Happy and enjoy!