Sebuah Harapan [On Going]

Sebuah Harapan [On Going]

  • WpView
    LECTURES 421
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., oct. 4, 2020
Charelia maisyah Zelandro. Perempuan yang biasa dipanggil Caca, perempuan yang cantik ditambah lesung pipi yang berada di sebelah kanan pipinya,membuat wajahnya menjadi semakin manis.Sifatnya yang sangat ceria dan selalu tersenyum setiap harinya.Sehingga,siapa sangka jika itu adalah cara supaya Caca bisa melupakan seseorang. Dulu,saat Caca masih berumur 6 tahun,dia mempunyai teman laki laki yg biasa dipanggil Zizi,teman laki laki yang amat sangat disayanginya.Mereka selalu bermain tiap harinya.Namun,pada suatu ketika ayah Zizi terkena masalah,yang mengakibatkan keluarga Zizi pindah ke luar negeri. "Nanti kalo Rere udah besar,Zizi akan peluk Rere erat erat.Karena kita udah sama sama besar" -Zizi "Sampai kapanpun Rere gak akan pernah lupain Zizi,Rere janji" -Rere kenapa dengan mereka?dan bagaimana kisah mereka? Apakah Caca rela jika dia berpisah dengan Zizi?atauu bahkan dia merasa biasa saja?hayukk dibaca kelanjutan ceritanyaaa. Ini adalah cerita pertamaku,maaf kalo ada typo wkwk.Maklum,kalo masih perdana ya banyak typo. Semoga kalian suka. Oke,langsung dibaca ya guys hehe. HAPPY READING!! Ig: zakiyamrw
Tous Droits Réservés
#24
realfriends
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Arsyilazka
  • QUEEN ZELLA
  • Story of My Life With You
  • OMG, i really liked him
  • ADYRA
  • MY LITTLE ZEE [Revisi]
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • Rannia√
  • Kembali Bersama [END]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu