ANAK PERTAMA

ANAK PERTAMA

  • WpView
    LECTURAS 1,075
  • WpVote
    Votos 49
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 1, 2020
Menjadi yang pertama dan harus dewasa lebih cepat itu mengerikan. Dulu, saat Sadewa masih kecil, ia sangat ingin menjadi seorang kakak dan memiliki adik. Namun, ia tidak menyangka bahwa ia akan dewasa secepat ini. Perhatian berkurang, kasih sayang berkurang, semua atensi ayah dan ibunya hanya terfokus pada adiknya. Ia tidak tau harus bagaimana. Ia tidak ingin menjadi benalu dalam keluarga. Berbagai upaya sudah Sadewa lakukan untuk menarik dan merebut kembali perhatian orang tuanya. Namun, yang ia dapat adalah sebuah kata-kata berupa omelan bahwa Sadewa terlalu ke kanak-kanakan. Padahal ia belum puas mendapat perhatian seorang ayah dan ibu. Ia pasrah. Tidak tau harus apa lagi. Dan tibalah Sadewa berjumpa dengan gadis cuek, dingin dan sarkastis. Tapi siapa yang tau kalau sebenarnya dia bernasib sama dengan Sadewa. Sadewa yang mengetahui bahwa dirinya dan gadis itu senasib, ia langsung jatuh hati. Ia merasa dirinya dan gadis itu seperjuangan dalam hidup. Kehidupan gadis itu sangat miris, bahkan kehidupan Sadewa bisa dikatakan lebih baik daripada gadis itu. Lantas seburuk apa? Setiap Sadewa berniat menolong, gadis itu berusaha menolak. Meski gadis itu bersikap cuek, tetap saja Sadewa tau bahwa itu hanyalah topeng dari semua luka yang dia rasakan. Sadewa merasa gadis itu hebat dalam mengatasi segala macam permasalahan. Tapi, akankah takdir mempersatukan mereka? Takdir akan menjawab nanti.
Todos los derechos reservados
#39
terpendam
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Paradise
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Bahagia & Luka (END)
  • Sejenak Luka
  • Salju Pertama di New York
  • Trust
  • KIARILHAM【END】
  • Breathe
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido