MENUNGGU

MENUNGGU

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2020
Tentang rasa yang harus ditahan, menggantung di antara langit dan bumi. Sebuah hubungan dengan pertanyaan tanpa jawaban. Kita merasa ragu untuk berkabar. Kita saling menerka-nerka bagaimana kabar satu sama lain. Kita terpisah tanpa tahu kapan akan bertemu lagi. Hubungan ini seperti janji yang sebenarnya tidak pernah diucap namun selalu berusaha untuk ditepati, namun yang menjadi pertanyaan besar siapakah yang sebenarnya menunggu di antara kita? Dan apakah hanya aku yang seperti ini, dan tidak denganmu yang sebenarnya sudah lupa seperti kita sudah tidak pernah kenal satu sama lain?
All Rights Reserved
#236
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Till I Meet You
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • INSTABLE - (Ta) [Completed]
  • ASRAR|
  • RAINSAM (SELESAI)
  • [END] Blind Rainbow
  • When Love is Breaking
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines