Dewangga [JJK]

Dewangga [JJK]

  • WpView
    Reads 121,149
  • WpVote
    Votes 845
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
Dewangga hanya anak tujuh belas tahun dengan ragam rencana di kepala. Membubuhkan gelar apoteker di belakang nama indahnya adalah tujuan utama. Hidupnya nyaris sempurna, dengan keluarga yang hangat dan sahabat yang selalu ada. Namun kemudian ... garis takdir membawanya mengenal batas. Menggugurkan mimpi yang dia usahakan begitu keras. Memaksanya melepas harap untuk bertahan. Tergesa menata ulang semestanya sebelum kepulangan. Tak banyak yang menyadari bahwa dia merapikan hidup bukan untuk melanjutkan. Hanya perpisahan kecil yang disamarkan dengan sebuah persiapan. Sebab baginya, tak semua kepergian butuh penjelasan. Revisi: 14 Februari 2026
All Rights Reserved
#475
sickstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Welcome Home, Saga!
  • MEMELUK LUKA [END]
  • DANADYAKSA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • DENNIES
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Ini Aku, Erlang
  • Topeng Untuk Luka [ END/TERBIT✔️]

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines