Awan, Dinda, dan Cerita

Awan, Dinda, dan Cerita

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2020
"Nda, lelah itu apa?" "Wan, kamukan punya dua tangan, dua mata, dan sepasang kaki, pun kamu bisa membaca, pergilah ke perpustakaan, ambil KBBI, cari apa itu lelah" "Kalau aku tidak mau?" "Tidak mau mencari tau mengapa bertanya?" "Mengapa ya Nda?" "Wan, apa tidak keren anak genk motor masuk perpustakaan kemudian membaca KBBI?" "Bukan cuma tidak keren Nda, petugas gedung bukunya galak" "Bagaimana kamu tau itu benar, sedangkan belum pernah kamu coba buktikan" "Nda, kamu tau benar kutub itu dingin, sedangkan kamu belum pernah kesana" Penggalan cerita tentang Awan dan Dinda, tentang hidup, tumbuh, dan apa-apa saja yang terangkai setelah semesta mempertemukan.
All Rights Reserved
#478
awan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • ALYA
  • HISTORIA
  • 365 Lembar [END]
  • AILAH(END)✅
  • Albel
  • candy or you?
  • DEMIAN
  • Three Targeted Girls!!

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines