"Perkenankan saya melamar cucu anda Mr. Lauritz.. cucu anda, Abimana Maheswara Lauritz.. untuk cucu saya, Sashiana Quincy Tjokro, cucu kesayanganku satu-satu nya." Kata Eyang Sashi dengan penuh wibawa. Tawa Sang Kakek, Mr. Lauritz, menggema di seluruh ruangan. "Saya yang datang ke sini dengan maksud untuk melamar cucu mu Tjokro, kau malah melamar duluan perjaka usang ini." Katanya sambil memukul lengan Abimana pelan. Ruang makan itu riuh dengan tawa, tetapi tidak dengan Sashi dan Abimana yang masih terdiam. Hanya ada senyum yang dipaksakan dari keduanya. Namun dibalik senyum dipaksakan itu, rasanya Sashi ingin sekali berteriak untuk menolak perjodohan itu. Bagaimana kisah perjalanan hidup Sashiana dan Abimana pasca perjodohan itu? Dapat kah mereka hidup berdampingan dalam bingkai pernikahan? Ya .. setelahnya tak akan ada jalan yang mudah.. Dan bukan kah pernikahan adalah sebuah kompromi seumur hidup? 2 Sept 2024 - on going All pictures by pinterest
Подробнее