Hati Tak Bertuan

Hati Tak Bertuan

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Nadira gadis muda berusia 23 tahun, hidup dalam kondisi di mana kedua orang tuanya telah berpisah sejak dirinya masih terbilang cukup muda. Keadaan orang tua yang telah membuat dirinya berubah menjadi 'gadis nakal'. Dunia malam sudah tak asing bagi dirinya. Hasan pria soleh berusia 31 tahun, tidak sengaja bertemu Nadira di tempat kerja. Baik Nadira dan Hasan sama sekali belum mengenal satu sama lain, sehingga Hasan berniat untuk melamarnya. Sebuah kehidupan rumah tangga yang diinginkan Nadira seperti sebuah cerita negeri dongeng, berakhir bahagia. Namun baru empat bulan menikah dia sudah mendapat predikat 'janda'. Ini adalah sebuah kisah dari pengalaman nyata yang ada disekitar lingkungan kita. Bagaimana kisah yang dialami Nadira sehingga baru empat bulan sudah menjadi janda muda.
All Rights Reserved
#22
hasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Persimpangan Hati
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • Repair [Completed]
  • ...
  • Di Atas Kasta
  • Mas Angga✔️
  • Thick As Thieves
  • Nearby Relations
  • NANDA
  • Please, Love Me (END)

Di Persimpangan Hati Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain. Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu. Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan. Ditulis sejak 29 Maret 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines