Abella Kahitna bukan lagi secret admirer, ia merupakan public admirer Arkara geovanno Sebastian, kakak dari Sahabatnya, Azkara.
Sudah lebih dari 3 tahun sejak pertemuan pertama mereka, 2 tahun menjadi secret admirer dan 1 tahun terakhir menjadi public admirer karena sahabatnya yang tidak bisa menjaga rahasia.
Arka yang sangat berbanding terbalik dengan Azka, Arka yang suka membaca buku sendiri, Arka yang individualis namun serba bisa, Arka yang irit bicara, Arka yang tidak pernah sekalipun dekat dengan gadis, Membuat Bella setiap harinya blak-blakan dalam mengungkapkan cintanya.
Satu sekolah tahu Bella mati-matian mengejar Arka
dan satu sekolah tahu Arka mati-matian menghindari Bella.
Bella yang tiap harinya berjuang mati-matian kalah dengan Karin, Gadis pindahan yang tidak berusaha apapun namun mampu membuat Arka membukakan hatinya. Lalu siapa Karin? Mengapa ia dengan mudahnya membuat Arka bertekuk lutut?
Akankah Bella menyerah?
Kata menyerah sebelumnya tidak ada di kamus hidupnya, semenjak Karin datang merubah segalanya, ia mungkin harus menambahkan kata itu dalam kamusnya.
"Sa," ucap Xabiru yang membuat gadis di hadapannya itu mendongakkan kepala dan menatapnya.
"Kenapa?"
"Kamu mau nggak, jadi anggota kartu keluargaku?"
Dahi gadis itu mengernyit, belum yakin dengan maksud ucapan Xabiru.
"Maksud kamu?"
"Aku mau buat kartu keluarga. Aku jadi kepala keluarganya, kamu mau nggak jadi anggota keluarganya?"
"Huh?"
"Kamu mau nggak ...," Xabiru menggantungkan ucapannya, lalu menatap wajah gadis itu yang masih menunjukkan ekspresi kebingungannya. "Nikah sama aku?"
***
Awalnya, semua terlihat baik-baik saja. Bahkan, Xabiru tidak melihat ada masalah atau kesalahan apa pun, setelah ia melamar salah satu sahabatnya. Namun, ketika hari pernikahannya tiba. Hari yang seharusnya haru bahagia, malah sebaliknya. Sesuatu terjadi pada sahabatnya, hingga satu-persatu rahasia mulai terungkap di sana.
Apa sajakah rahasia itu?