Just's Camera(?)

Just's Camera(?)

  • WpView
    LECTURAS 1,065
  • WpVote
    Votos 277
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 5, 2021
Sharon Blizjackuel beruntung diberikan sebuah kamera. Bukan sembarang kamera. Kamera itu justru selalu menuntunnya memberi petunjuk dalam menghadapi berbagai macam masalah. Mulai dari masalah keluarga, asmara, serta nasibnya yang selalu saja sial. Pemilik kamera itu menyuruh Sharon untuk menyembunyikan apapun tentang kameranya sebelum menyerahterimakan kamera itu pada Sharon. Namun, sampai kapankah keberadaan kamera itu terus tersembunyi? ______________________________________________ Pertama kalinya aku terjun ke dunia fantasi. Please be smart reader, yap! Jangan lupa tinggalkan jejak berupa follow, vote dan juga komen sebagai bentuk dukungan kalian terhadap ceritaku ini~ Terima kasih❤️
Todos los derechos reservados
#2
sharon
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  HAZELA
  • 𝗚𝗛𝗢𝗦𝗧 𝗟𝗢𝗩𝗘𝗥 || 𝐌𝐢𝐜𝐡𝐚𝐞𝐥 𝐊𝐚𝐢𝐬𝐞𝐫
  • Serendipity : The Last Generation [Tamat]
  • Your Choice (REPOST)
  • Aku Memilihmu [Tahap Revisi]✔
  • THE LIGHT OF HIJRAH (A Secret) [ ON GOING ]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido