SECANG (Sebuah Catatan Usang)

SECANG (Sebuah Catatan Usang)

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 13, 2021
-Aku percaya tidak ada yang sia-sia dari setiap goresan tinta kehidupan. Aku percaya perjalanan setiap orang berbeda-beda. Namun dengan berbagi cerita, Aku percaya sebuah cerita perjalanan hidup ini bisa memberikan pelajaran untuk sesama- Salma Hanindya Sebuah catatan hidup seorang tokoh bernama Salma Hanindya. Ia dianugerahi keluarga yang harmonis, pendidikan layak, finansial cukup, dan bisa dibilang orang mampu. Di balik kehidupannya itu, tersimpan banyak cerita yang bisa dijadikan sebuah catatan untuk dibuka di kemudian hari sebagai kenangan dan pelajaran. Tokoh yang silih berganti masuk di kehidupannya selalu menggoreskan tinta baru di lembaran kehidupannya. Apa saja yang telah didapatkannya? Apa saja cerita yang telah masuk ke dalam catatannya? [Selamat menyelami cerita demi cerita yang mengandung banyak makna]
All Rights Reserved
#132
moral
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Ipar
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • MY WRITER [✓]
  • Imam untuk Gladysa✓
  • My Ice Boy ✔
  • cinta diantara mereka (REVISI)

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines