HURT
  • WpView
    Reads 452
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
Tentang kehidupan sehari-hari Aira Syefanni, gadis dengan hati setegar karang. Awalnya dia tak punya siapa-siapa di dunia ini. Semua orang membencinya. Tapi kemudian satu persatu datang mengisi ruang kosong dalam hatinya. Saat ia mulai nyaman dan sedikit menikmati arti kata bahagia, mereka kembali meninggalkannya. Menghancurkan hatinya sampai benar-benar tak terbentuk. Bagaimana kehidupan pahit itu dijalaninya? Dengan segala rasa sakit yang tak berkesudahan. Akankah ia menyerah? Atau tetap pasrah? Oh, Atau bahkan melawan mereka yang menyakitinya?
All Rights Reserved
#237
brokenheart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • SELF LOVE
  • MENEPI
  • About Naskala [on going]
  • Mengeja sepi
  • ARIEANNA
  • Andira [End]
  • Waktu?

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines