Story cover for Our Time by urangsundatea
Our Time
  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jun 25, 2020
Pernah kah kalian mengingat masa-masa muda kalian? Khususnya untuk kalian yang sudah berumur 30 tahun ke atas. 

Pernah kah kalian berpikir, bahwa masa muda kalian berlalu dengan begitu cepatnya. Tidak terasa, dan tidak dapat terulang kembali. 

Kenangan manis itu pasti selalu terbayang dalam pikiran. Ketika tertegun sendirian, melihat bayangan sendiri di kaca, atau melihat anak-anak kalian yang mulai tumbuh besar. Pasti disaat-saat itu rasanya seperti ada yang mencubit relung hati kalian. 

Kalian pun berpikir ....

Ah, sekarang aku sudah berumur. Tidak lagi muda, tidak lagi merasa dunia adalah milik sendiri. Rasa egois dalam dada pun mulai menghilang seiring bertambahnya usia. 

Rindu? 

Pasti. 

Tapi mau bagaimana lagi? Tidak ada pintu doraemon atau portal time-travel di dunia ini. Kita tidak bisa kembali lagi ke masa itu. Namun tidak bisa kembali bukan berarti kita tidak bisa mengingatnya. Memori indah itu akan selalu ada di hati, sampai kapan pun. 

Begitu pula dengan diriku yang tengah merindukan masa mudaku. Masa-masa sekolah, bertemu dengan teman, bercanda dengan sahabat, berdebat dengan guru. Aku merindukan semuanya. 

Dan malam ini, aku memutuskan untuk mengenangnya. Bukan hanya sendiri, tapi bersama dengan para sahabatku juga. 

Apakah kalian siap menyelami masa lalu kami? 

Kuharap sih begitu.
All Rights Reserved
Sign up to add Our Time to your library and receive updates
or
#946story
Content Guidelines
You may also like
To My 19-Year-Old by dhynaindri
14 parts Complete
Membuka kembali kenangan di masa lalu selalu berhasil membuatku sangat merindukan momen-momen itu dan rasanya selalu ingin kembali ke sana, ke suka duka masa itu. Tapi, aku sadar kalo hal itu nggak bisa dihindari, jadi aku hanya akan melewatkannya saja. Bukti-bukti cerita di masa itu yang terekam di ingatan mau pun yang tertangkap kamera, secara otomatis akan memanggil kembali semua kenangan itu setiap kali aku membukanya. Rasanya, semua itu seperti baru saja terjadi, padahal nyatanya sudah sepuluh tahun lebih. Mengapa waktu begitu cepat berlalu, ya?! Seperti baru kemarin menikmati masa remaja nan menyenangkan, namun dalam sekali kedipan mata, aku menjadi dewasa. Kadang aku sempat membenci diriku yang terlalu cepat bertumbuh. Ke mana perginya senyuman polos dan tawa lepas itu? Bukan berarti kehidupan dewasaku saat ini tidak menyenangkan, bukan berarti aku tidak menikmati masa sekarang, tapi rasanya beda. Dulu seperti nggak ada beban, suka dukanya dinikmati saja, nggak ada takut-takutnya, belum mahir memilah mana yang baik dan buruk, dan nggak pernah terpikirkan bahwa masa depan akan sesulit ini. Jika mungkin, aku ingin kembali. Bukan untuk mengubah keadaan, apa yang sudah terjadi memang bukan untuk disesali. Aku pun tidak pernah menyesali masa laluku, karena itu adalah bagian diriku yang saat ini, kalo nggak ada dulu, nggak ada aku yang sekarang. Aku ingin kembali ke diriku yang 19 tahun untuk menyaksikan lagi semua yang terjadi kala itu, memberi reaksi untuk setiap kejadian di masa itu. Aku ingin mengapresiasi hal-hal yang bagus dan menertawakan hal-hal yang nggak jelas yang pernah kulakukan di sepanjang 19 tahunku, di rentang waktu antara Juni 2012 sampai dengan Juni 2013.
Cerita Tentang Kita by Alcabylla_Cemoong
12 parts Complete Mature
Terkadang kita tak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan oleh hati, terkadang sebuah hal kecil dapat membuat kita tersenyum dengan tulus atau bahkan mengingatkan kita tentang sepenggal kisah yang pernah terjadi. Aku mungkin hanya orang biasa yang mempunyai banyak mimpi untuk di wujudkan tapi aku selalu percaya suatu saat hal ini akan menjadi nyata walaupun entah kapan akan terrealisasikan, hanya Tuhan yang tahu. Inilah kisahku aku akan memulainya, baca , dengarkan dan mengertilah ini kisahku tentang sebuah perjalanan perasaan yang terjadi dalam hidupku. Entah ini takdir atau hanya ujian hidup yang harus terus aku jalani. Kadang aku merasa ini begitu menyakitkan ,begitu tak adil. Kadang aku ingin marah tapi dengan siapaa? Disaat aku merasa aku tak sanggup lagi menjalaninya aku akan menangis sekeras-kerasnya agar aku bisa merasa lebih baik, tapi tentu saja hal itu hanya bersifat sementara. Ataukah aku harus lari dari kenyataan hidup yang harus aku jalani? Mungkin dengan begitu hidupku akan lebih baik, tak mungkin semudah itu teman-teman aku ini masih remaja belum punya apa-apa , jajan aja masih minta ortu. Yaahh...apapun yang terjadi kedepannya aku cuman bisa jalani. Hidup ini kan penuh dengan teka-teki dan misteri apapun yang terjadi aku harus terus belajar mensyukurinya.hanya itu yang bisa aku lakukan. Seperti menerima keadaanku sendiri . Yaa keadaanku sendiri , keadaan yang kurang baik , keadaan yang sempat membuat aku menangis sebulan lamanya, keadaan yang membuat duniaku seperti kiamat , seperti waktu berhenti berputar . Entah kenapa ini terjadi bertubi-tubi kepadaku . Yang aku tau saat itu aku jatuh dan merasa ini sudah berakhir. . . . . . . Cerita ini telah aku revisi ulang dari cerita sebelumnya yaa..karna ada beberapa yang harus aku ubah sedikit dan perbaiki karna ada kesalahan teknis. Selamat membaca guys...
Jejak Waktu [Complete]  by Cikacuu04
15 parts Complete
Halo guys.. I'm back dengan cerita baru, setelah cerita pertamaku yang gagal.. Semoga kalian suka yah sama cerita kali ini❤️❤️ So kalau alurnya kurang bagus tolong maklumi authornya yah, kalau ada kritik dan saran boleh langsung comment aja.. 😊😘😘 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jejak waktu.. Waktu ku berjalan cepat, Menyisahkan memori yang mengakar penat. Meski ragaku berteriak memberontak, Namun, tidak dengan jiwaku. Tersenyum ia bersama mega yang merona, tatkala bintang berpijar turun ke perpaduan. Perjalanan ku mungkin sulit dan rumit hingga meninggalkan jejak waktu disetiap nafasku. Kenangan, waktu terakhir ku seindah perjalanan ku.. Ini adalah kenangan Indah yang takkan terlupakan, hanya akan membekas dalam ingatan. _________________________________________________________________________________________________________ PS : ⚠️Cerita ini hanyalah sebuah fiksi belakang yang terlahir murni dari sebuah kegabutan author, semua latar yang ada dalam cerita ini hanyalah sebuah haluan semata dan cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung para pembaca, jika ada kata-kata yang tidak menyenangkan mohon maafkanlah author.. Yang penasaran bisa langsung baca.. Tolong hargai dan jangan lupa kasih suport author terus, agar bisa semangat UP ceritanya, dengan cara vote kalo kalian suka dengan ceritanya, coment kalo kalian pengen kasih saran atau apapun itu, dan share kalo kalian berpikir cerita ini wajib dibaca teman-teman kalian.. Enjoy!!
ANNISA {ON GOING} by RaisyaAlvira
7 parts Complete
Annisa Maudi Ayunda. Gadis berusia 19 tahun yang mampu meluluhkan hati seorang lelaki cuek. Nih spoilernya↓ ___________________ TINN TINN TINN... "Astagfirullah. Siapa sih pagi-pagi yang udah mainin klakson-nya ey, ganggu pisan" Annisa menggerutu sebal karena ia dikejutkan oleh klakson mobil yang tepat dibelakangnya. "WOY! MINGGIR lO!" belum selesai dengan gerutuan-nya Annisa kembali dikejutkan dengan suara si pemilik mobil tersebut. "Ya Allah, kayaknya kamu suka banget ngagetin orang deh" bahkan saat berbicara dengan orang yang dibelakangnya, Annisa tidak membalikkan badannya sama sekali. "GUE BILANG MINGGIR YA MINGGIR! dasar dekil" walau nada bicara pada kalimat terakhirnya ia kecilkan, tapi tetap saja Annisa masih bisa mendengarnya. "HEH! APA KAMU BILANG TADI? DEKIL? HEY JAGA UCAPAN MU YA!" Annisa benar-benar jengkel pada orang tersebut "YA EMANG lO DEKIL, MAKANYA NGACA SONO!" pemuda yang diketahui bernama Ardhiansyah Vero Aditama atau yang sering dipanggil Ardhi ini memang terkenal dengan sikap angkuhnya karena ayahnya, Adriansyah Vernon Aditama adalah kepala yayasan di kampus-nya. "Huhhh ngadepin kamu mah gak bakal kelar urusannya" sebelum Annisa berbalik dan meninggalkan Ardhi , Ardhi sudah menghentikannya dengan berbicara. "SIAPA lO SAMPAI-SAMPAI lO BERANI SAMA GUA" dan benar saja ucapan Ardhi pun dinotice oleh Annisa. "Aku? Aku emang bukan siapa-siapa dan buat apa aku takut sama kamu. Sama-sama makan nasi ini kan? Kecuali kalo kamu makan manusia baru aku takut.." sontak ucapan Annisa mengundang tawa dari para mahasiswa yang melihat kejadian itu. Ardhi yang melihat kalau dia ditertawakan oleh semua orang langsung mengucapkan kata-kata yang membuat mereka bungkam. "DIAM KALIAN! MAU GUE KELUARIN DARI KAMPUS HAH?!!" para mahasiswa yang dari tadi mentertawakannya langsung saja membungkam mulutnya dan pergi dari sana. _______________________ Cie yang penasaran! Yuk langsung dibaca! Jangan lupa like and Comment!
You may also like
Slide 1 of 9
To My 19-Year-Old cover
Badgirl Vs Ketos(ongoing) cover
HSM 1: OLYMPIADS [END] cover
Cerita Tentang Kita cover
PADA SEBUAH BUKU cover
Jejak Waktu [Complete]  cover
The First, Not the Last cover
Everything Happens for a Reason cover
ANNISA {ON GOING} cover

To My 19-Year-Old

14 parts Complete

Membuka kembali kenangan di masa lalu selalu berhasil membuatku sangat merindukan momen-momen itu dan rasanya selalu ingin kembali ke sana, ke suka duka masa itu. Tapi, aku sadar kalo hal itu nggak bisa dihindari, jadi aku hanya akan melewatkannya saja. Bukti-bukti cerita di masa itu yang terekam di ingatan mau pun yang tertangkap kamera, secara otomatis akan memanggil kembali semua kenangan itu setiap kali aku membukanya. Rasanya, semua itu seperti baru saja terjadi, padahal nyatanya sudah sepuluh tahun lebih. Mengapa waktu begitu cepat berlalu, ya?! Seperti baru kemarin menikmati masa remaja nan menyenangkan, namun dalam sekali kedipan mata, aku menjadi dewasa. Kadang aku sempat membenci diriku yang terlalu cepat bertumbuh. Ke mana perginya senyuman polos dan tawa lepas itu? Bukan berarti kehidupan dewasaku saat ini tidak menyenangkan, bukan berarti aku tidak menikmati masa sekarang, tapi rasanya beda. Dulu seperti nggak ada beban, suka dukanya dinikmati saja, nggak ada takut-takutnya, belum mahir memilah mana yang baik dan buruk, dan nggak pernah terpikirkan bahwa masa depan akan sesulit ini. Jika mungkin, aku ingin kembali. Bukan untuk mengubah keadaan, apa yang sudah terjadi memang bukan untuk disesali. Aku pun tidak pernah menyesali masa laluku, karena itu adalah bagian diriku yang saat ini, kalo nggak ada dulu, nggak ada aku yang sekarang. Aku ingin kembali ke diriku yang 19 tahun untuk menyaksikan lagi semua yang terjadi kala itu, memberi reaksi untuk setiap kejadian di masa itu. Aku ingin mengapresiasi hal-hal yang bagus dan menertawakan hal-hal yang nggak jelas yang pernah kulakukan di sepanjang 19 tahunku, di rentang waktu antara Juni 2012 sampai dengan Juni 2013.