"Sebab cinta yang dirawat dalam taat takkan pernah salah menemukan jalan pulang." Sebelas tahun terpisah jarak dan waktu, Naila hanya mengenal satu nama yang tak pernah benar-benar memudar dari ingatannya: Risyad. Pria masa kecilnya itu pergi tanpa kabar, meninggalkan sejuta kenangan yang perlahan Naila kemas rapat-rapat di balik kedewasaan dan kepasrahannya pada takdir. Namun, siapa sangka jika di tempat yang jauh, Risyad justru memegang teguh sebuah janji tak terucap. Di balik perjuangan hidupnya membantu keluarga dan melintasi tahun-tahun yang sepi, Risyad memilih diam. Tak ada sapaan, tak ada rayuan. Ia menjaga Naila dengan satu-satunya cara yang ia bisa: menyebut nama wanita itu dalam keheningan sepertiga malam. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali dalam sebuah ikatan profesional, jalan menuju bersatu tak serta-merta berubah mudah. Ada keraguan yang menguji, lamaran lain yang sempat menghalangi, hingga batas-batas syariat yang harus dihormati. Akankah dua hati yang saling menyebut dalam doa ini dibersamakan dalam skenario terbaik-Nya? Ataukah salah satu dari mereka harus belajar merelakan? Sebuah kisah tentang kesabaran, kejujuran rasa, dan takdir presisi yang tak pernah tertukar. Catatan Penulis: Novel ini sebelumnya pernah diterbitkan dengan judul Ketika Kulihat Cinta Dimatamu. Kini hadir kembali dalam versi revisi total-dilengkapi dengan POV Male Lead (Risyad) serta alur cerita yang lebih utuh!
More details