Sahabat kecilku pangeranku

Sahabat kecilku pangeranku

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2020
"Cha...serius lu mau nikah? Kok lu jahat sama gue sih?"tanya Shafa yang cemberut. "Syutt.. jangan keras-keras ngomongnya..gue gk mau ada yang denger fa..iya,gue mau nikah.Ayah yang jodohin gue sama orang"Jawab Chaca berbisik. "Oh ya,btw lu tau namanya siapa?"tanya Shafa penasaran. "Kalau itu,gua gk tau fa..ayah gk ngasih tau gue"jawab Chaca sambil mengangkat bahu. Penasaran Chaca bakal nikah sama siapa? Ayo baca ceritanya Chaca.
All Rights Reserved
#21
shafa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memeluk Sajadah
  • Jodohku Gus Tampan
  • ALGRAVANO
  • Unplanned marriage
  • Takdir Hijrah dan Sepertiga Malam (On Going)
  • ARKASYA
  • ARSHAKA (END)
  • RAFKA || MY COOL HUSBAND (END)

Hujan turun perlahan membasahi halaman pesantren kala itu. Safana berjalan cepat dengan mata memerah menahan amarah dan malu yang bercampur menjadi satu. Tangannya gemetar merapikan hijabnya yang sempat tersingkap tanpa sengaja. Ia berhenti tepat di depan Ustad Azam. Lelaki itu terlihat terkejut melihat tatapan penuh kecewa. "Ustad orang pertama yang lihat aurat saya..." suara Safana bergetar, menahan tangis yang sejak tadi sesak di dadanya. "Maka itu nikahi saya." Suasana mendadak sunyi. Bahkan suara hujan seakan ikut berhenti mendengar kalimat itu. Safana menunduk dalam, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. Bukan karena ia mencintai Azam, tetapi karena harga dirinya terasa runtuh saat aurat yang begitu ia jaga justru terlihat oleh seorang lelaki. Azam memejamkan mata sejenak. Rasa bersalah menghantam dadanya. Semua terjadi tanpa sengaja, namun ia tahu luka di hati Safana tidak sesederhana kata maaf. "Bismillah... insyaAllah saya siap menikahimu," ucap Azam pelan namun tegas. Safana terdiam. Dadanya semakin sesak. Entah kenapa jawaban itu justru membuat hidupnya berubah kala itu. Karena sejak kalimat tersebut terucap, bukan hanya tentang pernikahan yang menanti mereka... tetapi juga rahasia, fitnah, dan hati yang perlahan mulai saling jatuh cinta

More details
WpActionLinkContent Guidelines